UMY Hidupkan Semangat Ramadan Lewat Ribuan Takjil Bergizi untuk Mahasiswa
- Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menghadirkan program berbagi takjil gratis selama bulan Ramadan 1447 H. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian kampus terhadap mahasiswa yang menjalani ibadah puasa di tengah padatnya aktivitas akademik. Tahun ini, UMY menyiapkan 4.000 porsi takjil setiap hari selama 20 hari pertama Ramadan, dengan distribusi melalui dua skema: drive thru di Selasar Gedung Ar Fachruddin A dan pembagian langsung di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Kampus Terpadu UMY.
Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menegaskan bahwa program ini telah menjadi bagian dari budaya kampus. Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. “Program ini rutin kami jalankan setiap Ramadan. Kami menyesuaikan dengan aktivitas mahasiswa, karena biasanya pada 10 hari terakhir sebagian sudah mulai mudik. Maka, distribusi efektif berlangsung pada 20 hari pertama ketika mahasiswa masih aktif berkuliah,” jelasnya.
Takjil yang dibagikan bukan sekadar makanan pengganjal lapar. UMY memastikan menu yang disediakan memiliki kandungan gizi seimbang, dengan memperhatikan unsur protein, vitamin, karbohidrat, serta nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa. “Kami berusaha agar menu takjil tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga sehat. Ada protein hewani maupun nabati, sayuran, dan vitamin. Dengan begitu, mahasiswa bisa berbuka dengan asupan bergizi,” tambah Nurmandi.
Program ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Lailia Alfi Nur Fathonah, mahasiswa Keperawatan angkatan 2023, menilai layanan drive thru memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dengan mobilitas tinggi. “Menurut saya sangat membantu. Mahasiswa yang membawa kendaraan bisa langsung mengambil tanpa harus turun, sementara yang tidak membawa kendaraan tetap bisa mendapat takjil di masjid. Bahkan bisa sekalian mengikuti pengajian atau berkumpul dengan teman. Jadi opsinya banyak dan memudahkan,” ungkapnya.
Selain memudahkan mahasiswa, program ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan. Masjid kampus tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi sosial. Mahasiswa yang mengambil takjil di masjid dapat sekaligus mengikuti kajian Ramadan, memperdalam pemahaman agama, dan mempererat hubungan dengan sesama.