Imsak Bukan Awal Puasa, Ulama Tegaskan Sahur Masih Boleh hingga Azan Subuh

Ilustrasi Imsak
Sumber :
  • VIVA Jogja

VIVA Jogja - Setiap Ramadan, pemahaman keliru soal imsak kembali berulang di tengah masyarakat. 

img_title Investasi Preventif Pemkab Sleman untuk Generasi Masa Depan

Tidak sedikit yang meyakini imsak sebagai tanda dimulainya puasa, sehingga makan dan minum dianggap sudah dilarang sejak waktu tersebut.

Padahal, para ulama menegaskan bahwa awal puasa secara syariat dimulai saat terbit fajar atau azan Subuh dikumandangkan, bukan ketika imsak tiba.

img_title Pemkot Yogyakarta Rampungkan Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan di Tingkat SMP/MTs Tahun 2026

Dalam literatur fikih, puasa didefinisikan sebagai menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan sejak fajar hingga matahari terbenam. 

Ulama kontemporer Yusuf al-Qaradawi menegaskan bahwa larangan makan dan minum baru berlaku setelah masuknya waktu Subuh.

img_title SDN 4 Seloromo di Karanganyar Hanya Punya 14 Siswa, Kelas VI Belajar Berdua hingga Ada yang Sendirian

Dengan demikian, makan dan minum sebelum azan Subuh tidak membatalkan puasa, meskipun waktu imsak telah berlalu.

Imsak bukanlah batas hukum, melainkan bentuk kehati-hatian atau ihtiyath. Fungsinya sebagai pengingat agar umat Islam tidak sahur terlalu dekat dengan waktu Subuh.

Dasar praktik ini merujuk pada hadis sahih riwayat Imam Bukhari, yang menyebutkan bahwa jarak antara selesainya sahur Nabi Muhammad SAW dan pelaksanaan salat Subuh sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an.

Perkiraan inilah yang kemudian dikonversi menjadi jeda sekitar 10 menit dan dikenal sebagai waktu imsak.

Para ulama menegaskan, imsak tidak memiliki konsekuensi hukum wajib. Selama waktu Subuh belum masuk, sahur masih diperbolehkan.

Konsep jadwal imsakiyah modern pertama kali dikenal di Mesir pada pertengahan abad ke-19 dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Nusantara. 

Di Indonesia, tradisi ini berkembang luas dan menjadi bagian dari kebiasaan Ramadan.

Saat ini, jadwal imsakiyah disusun dan diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai panduan waktu sahur dan Subuh bagi masyarakat.

Di Indonesia, imsak lebih berfungsi sebagai pengingat kolektif agar umat Islam menyudahi sahur dengan tertib dan mempersiapkan diri menyambut Subuh.

Para ulama kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menyamakan imsak dengan awal puasa. Puasa dimulai sejak terbit fajar, sementara imsak hanyalah anjuran kehati-hatian yang bersifat tradisi.

Pemahaman yang tepat diharapkan dapat menghindarkan polemik tahunan soal imsak dan membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai tuntunan syariat.