Fakultas Farmasi UGM Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Pencanangan Zona Integritas di Farmasi UGM
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pencanangan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang berlangsung pada Kamis (26/02/2026) di Auditorium Advance Pharmaceutical Sciences Learning Center (APSLC) Fakultas Farmasi UGM.

img_title UGM Luncurkan Kurikulum Baru untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Satibi, menyampaikan bahwa seluruh pimpinan dan sivitas akademika bertekad membangun lingkungan kerja yang berlandaskan integritas. “Kami siap menyelenggarakan pelayanan publik yang profesional, jujur, dan efektif. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan pengabdian, kami bertekad mewujudkan birokrasi yang bersih serta bebas dari praktik korupsi,” ujarnya dalam sambutan.

Pencanangan zona integritas ini mendapat dukungan penuh dari Rektor UGM, Prof. Ova Emilia. Menurutnya, langkah Fakultas Farmasi sejalan dengan komitmen universitas dalam menciptakan tata kelola organisasi yang adaptif, akuntabel, dan transparan. “Good governance saja tidak cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Kita membutuhkan tata kelola yang fleksibel, dinamis, dan lincah,” tegasnya. Ia berharap pencanangan ini bukan sekadar slogan, melainkan menjadi komitmen nyata yang dijalankan secara konsisten.

img_title Perjuangan Anak Penjual Keripik, Tiara Julianti Raih Kuliah Gratis di Kedokteran UGM

Rektor menambahkan, pencanangan zona integritas di Fakultas Farmasi diharapkan dapat menjadi contoh bagi fakultas lain di lingkungan UGM. “Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Semoga menjadi tonggak penting dalam membangun budaya birokrasi yang bersih dan melayani, serta benar-benar bebas dari korupsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Satibi menjelaskan bahwa budaya integritas akan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sivitas akademika. Hal ini mencakup kebiasaan sederhana seperti senyum, sapa, dan salam, disiplin kehadiran, kepatuhan terhadap aturan, serta pemanfaatan sistem digital untuk memperkuat tata kelola. “Komitmen ini juga tercermin dalam pengelolaan lingkungan, kepastian jam layanan, serta pelayanan publik yang profesional dan beretika,” tambahnya.

img_title UGM Lantik 620 Insinyur Baru, Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Profesional

Pencanangan Zona Integritas di Fakultas Farmasi UGM menjadi bagian dari upaya lebih luas universitas dalam mendukung program pemerintah terkait reformasi birokrasi. Dengan langkah ini, UGM berharap dapat memperkuat reputasi sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title