Mahasiswa UGM Raih Silver Medal di Malaysia Lewat Inovasi Safe-Box Tanpa Listrik

Safe-Box Tanpa Listrik bawa mahasiswa UGM ke juara internasional
Sumber :
  • Dok UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui inovasi yang mereka kembangkan di bidang pertanian berkelanjutan. Berangkat dari persoalan klasik yang dihadapi para penjual buah dan sayur, yakni kerugian akibat produk yang cepat membusuk karena keterbatasan fasilitas pendingin berbasis listrik, tim mahasiswa UGM menghadirkan solusi berupa Safe-Box, sebuah kotak penyimpanan ramah lingkungan yang mampu menjaga kesegaran hasil panen tanpa membutuhkan energi listrik.

img_title Global Summer Week 2026 Jejaring Global Mahasiswa di UGM

Inovasi ini lahir dari gagasan tiga mahasiswa lintas fakultas, yaitu Mukhlis Ibrahim dari Fakultas Pertanian, Tirta Pandu Winata dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Mutia Nurul Makhfirah dari Sekolah Pascasarjana UGM. Dengan memanfaatkan material bio-adsorben alami, Safe-Box tidak hanya berfungsi sebagai penyimpanan buah dan sayur, tetapi juga mampu menyerap logam berat serta mengurangi residu pestisida. Teknologi pendingin yang digunakan pun dirancang tanpa listrik, sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat diterapkan di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses energi memadai.

Karya inovatif ini kemudian diikutsertakan dalam ajang 2nd International Student Summit yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026. Dalam kompetisi kategori Essay and Innovation Competition, tim UGM berhasil meraih penghargaan Silver Medal untuk kategori inovasi pertanian berkelanjutan. Mereka mengusung karya ilmiah berjudul “SAFE-BOX (Sustainable Agro-Food Enhancement): A Technology Innovation of Heavy Metal Absorption and Pesticide Residue and Non-Electric Fruit Coolant Using Storage Systems as an Effort in Improving Food Sustainability in Indonesia”. Judul panjang tersebut mencerminkan komitmen mereka dalam menghadirkan solusi nyata bagi ketahanan pangan di Indonesia.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Mutia Nurul Makhfirah, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang sebagai jawaban atas permasalahan keamanan pangan dan penanganan pascapanen yang masih menjadi tantangan besar di sektor pertanian. Menurutnya, keunggulan Safe-Box terletak pada pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan berpotensi diterapkan secara luas di berbagai daerah, terutama di desa-desa wisata berbasis pertanian. Ia menambahkan, teknologi ini tidak hanya relevan bagi sektor pertanian, tetapi juga memiliki keterkaitan strategis dengan pengembangan agrowisata berkelanjutan. “Di desa wisata, produk lokal yang lebih berkualitas akan meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat citra destinasi sebagai kawasan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keamanan pangan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title