Sasana Wiratama, Jejak Perlawanan Diponegoro: Menyusuri Museum di Bekas Kediaman Sang Pangeran

Monumen Sasana Wiratama
Sumber :
  • VIVA Jogja/kebudayaan.jogjaprov.go.id

VIVA Jogja - Konon, pada suatu malam di tengah kepungan tentara Belanda, seorang pangeran memilih jalan berani untuk menyelamatkan diri dan melanjutkan perjuangan. Dengan tangan kosong, ia menjebol tembok rumahnya di Tegalrejo.

img_title Museum Gedung Agung, Jejak Sejarah dan Seni yang Hidup di Jantung Yogyakarta

Kisah itulah yang kini dikenang di Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama, tempat yang menyimpan jejak kehidupan dan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam perang besar melawan Belanda pada masa Perang Diponegoro.

Museum Monumen Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama merupakan museum khusus yang menyimpan berbagai peninggalan terkait kehidupan dan perjuangan Pangeran Diponegoro. Museum ini dikelola oleh Yayasan Sasana Wiratama yang bertugas merawat sekaligus memperkenalkan sejarah perjuangan sang pangeran kepada masyarakat.

img_title Akhirussanah Al Azhar IIBS Angkatan III Usung Semangat Diponegoro, 60 Persen Lulusan Diterima di PTN Ternama

Pangeran Diponegoro dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ia merupakan bangsawan dari lingkungan Keraton Yogyakarta yang memilih memimpin perlawanan rakyat terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Perlawanan tersebut berlangsung antara tahun 1825 hingga 1830 dan tercatat dalam sejarah sebagai Perang Diponegoro atau Perang Jawa. Untuk mengenang jasa serta dedikasi perjuangan sang pangeran, museum ini didirikan secara bertahap dan akhirnya diresmikan pada 9 Agustus 1969 oleh Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Jenderal TNI.

img_title Sebanyak 1.530 Jemaah Haji Jepara Pulang Mulai 15 Juni, Ini Jadwal dan Pembagian KBIH Tiap Kloter ‎

Bangunan museum memiliki nilai historis yang kuat karena menempati bekas kediaman Pangeran Diponegoro. Kompleks museum kemudian dilengkapi dengan sebuah monumen besar yang menyatu dengan pendopo dan berada tepat di tengah kawasan museum.

Monumen tersebut berupa pahatan relief sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Relief ini menggambarkan perjalanan hidup Pangeran Diponegoro, mulai dari suasana Desa Tegalrejo yang menjadi tempat tinggalnya, kisah peperangan melawan Belanda, hingga peristiwa penangkapannya di Magelang.

Di sisi barat monumen terdapat lukisan potret Pangeran Diponegoro, sedangkan di sisi timur terdapat lukisan yang menggambarkan sang pangeran sedang menunggu kuda hitamnya sebelum berangkat ke medan perang.

Kedua lukisan tersebut memperkuat kesan heroik yang menjadi ciri utama museum ini. Koleksi yang tersimpan di Museum Sasana Wiratama cukup beragam. Sebagian besar merupakan peninggalan yang berkaitan langsung dengan perjuangan laskar Diponegoro.

Di antaranya senjata asli yang digunakan para prajurit, seperti tombak, bandil atau martil baja, serta patrem dan candrasa yang merupakan senjata yang digunakan oleh laskar perempuan. Museum ini juga menyimpan dua senjata pusaka yang dianggap keramat.

Halaman Selanjutnya
img_title