Dari Bantul ke Belanda: Perjalanan Ahmad Rif’an Menggapai Mimpi Lewat Pendidikan

Ahmad Rif’an Khoirul Lisan
Sumber :
  • DOK UGM

VIVA Jogja - Keterbatasan ekonomi sering kali dianggap sebagai penghalang besar bagi seseorang untuk meraih pendidikan tinggi. Namun kisah Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria berusia 32 tahun asal Pleret, Bantul, Yogyakarta, membuktikan bahwa tekad dan kerja keras mampu menembus segala keterbatasan. Rif’an adalah contoh nyata bagaimana mimpi bisa diwujudkan meski berangkat dari kondisi keluarga yang sederhana.

img_title Bantul Genjot Program Pro-Rakyat di Hari Jadi ke-195, Sultan Tekankan Eksekusi Nyata

Sejak kecil, Rif’an sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan. Ayahnya bekerja sebagai guru mengaji panggilan, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Dengan enam adik yang masih kecil, keluarga mereka tidak memiliki cukup biaya untuk menyekolahkan anak-anak hingga perguruan tinggi. Bahkan sang ayah sempat meminta Rif’an untuk segera bekerja setelah lulus SMA, karena merasa tidak mampu membiayai kuliah. Namun bagi Rif’an, pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib keluarga.

Pada tahun 2012, Rif’an diterima di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Keputusan itu sempat ditentang keluarganya, tetapi ia tetap teguh melangkah. Beruntung, ia memperoleh beasiswa Bidikmisi yang menjadi penopang utama biaya hidup dan kuliahnya. Meski begitu, kehidupan sebagai mahasiswa tetap penuh perjuangan. Rif’an harus berhemat, sering kali hanya makan dengan uang Rp4.000 di warung sederhana. Ia juga bekerja di warnet demi mendapatkan gaji sekaligus akses komputer untuk mengerjakan tugas. Dukungan datang dari seorang dosen yang memberinya komputer bekas, sehingga ia bisa lebih mudah menyelesaikan kuliah.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Perjalanan Rif’an semakin berwarna ketika ia bergabung dengan program Rumah Kepemimpinan pada 2014. Program ini menyediakan asrama dan uang saku bulanan, yang menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya ia bisa menabung dan mulai merencanakan masa depan. Dari tabungan itu, Rif’an bahkan berkesempatan bepergian ke luar negeri untuk pertama kali, ke Kuala Lumpur, sebuah pengalaman yang membuka cakrawala baru.

Meski hubungan dengan keluarganya sempat berjarak, Rif’an terus berusaha menunjukkan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik. Ia pernah mengajak keluarganya makan di luar untuk pertama kalinya dengan uang hadiah lomba, meski ayahnya memilih tidak hadir. Momen itu menjadi pengingat betapa sulitnya ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, namun tidak pernah menyurutkan semangatnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon