UGM, RPN, dan Fuji Oil Dorong Pengembangan Kakao Berkelanjutan di Cilacap

Pengembangan Kakao berkelanjutan di Cilacap
Sumber :
  • DOK UGM

CILACAP, VIVA Jogja - Upaya pengembangan komoditas kakao di Jawa Tengah mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), kelompok petani hutan Goa Gogor Asri, serta perusahaan cokelat internasional Fuji Oil Co., Ltd. Penanaman perdana dilakukan di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Kamis (26/3), dengan luasan awal mencapai 44 hektare.

img_title UGM Jadi Tuan Rumah Simposium Endokrinologi Komparatif Asia-Oseania

Acara simbolis penanaman demplot kakao dihadiri Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof Subejo, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Handewi SP, perwakilan Fuji Oil Ichiro Nakamura, serta Kepala Desa Jambusari, Sukhat.

Prof. Subejo menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar penanaman bibit, melainkan langkah strategis untuk membangun rantai nilai kakao yang berkelanjutan. “Pengembangan kakao berkualitas tinggi membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan ilmu pengetahuan, industri, petani, dan dukungan kelembagaan. Dengan kerjasama ini, setiap pihak memperoleh manfaat nyata,” ujarnya.

img_title Mahasiswa UGM Temukan Potensi Obat Antipsikotik untuk Atasi Resistensi Jamur Candida albicans

Menurutnya, bagi industri seperti Fuji Oil, kemitraan ini menjamin pasokan biji kakao berkualitas tinggi yang diproduksi secara berkelanjutan. Sementara bagi petani, program ini membuka akses terhadap bibit unggul, pendampingan teknis, serta peluang pasar yang lebih luas. “Inisiatif ini akan meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian penghidupan yang lebih stabil bagi petani,” tambahnya.

Selain itu, program ini juga menjadi wadah penelitian terapan dan pembelajaran mahasiswa UGM. Dengan keterlibatan langsung di lapangan, inovasi akademis dapat diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan nyata masyarakat. “Kolaborasi ini mendukung pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi pedesaan, dan pengelolaan lahan berkelanjutan,” jelas Subejo.

img_title Mahasiswa UGM Terdampak Bencana Sumatra Terima Beasiswa

Handewi dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menegaskan bahwa wilayah Cilacap memiliki potensi besar untuk pengembangan kakao. Kondisi agroklimat yang mendukung, ketersediaan lahan, serta minat petani yang semakin meningkat menjadi modal utama. “Prospek produksi biji kakao aromatik berkualitas tinggi di Cilacap sangat kuat. Ini bisa menjadikan Cilacap sebagai daerah penghasil kakao yang berkembang di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, pemberdayaan petani menjadi fokus utama. Melalui pelatihan dan pendampingan, petani dibekali keterampilan mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga fermentasi pascapanen. “Bantuan ini harus disyukuri. Bibit yang diberikan harus ditanam dan dirawat dengan baik agar hasilnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title