UGM Hargai Pengabdian, Fahmy Radhi dan Sudaryono Resmi Purna Tugas
- Dok UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada kembali menggelar tradisi penghormatan bagi para pegawai yang memasuki masa purnabakti. Melalui Korps Pegawai Universitas Gadjah Mada (Korpagama), acara penyerahan piagam penghargaan dan dana kesetiakawanan dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026, di Kantor Korpagama B6 Bulaksumur, Kampus UGM. Sebanyak 20 pegawai menerima penghargaan atas pengabdian panjang mereka, termasuk dua sosok akademisi yang dikenal luas, yakni Dr Fahmy Radhi dari Sekolah Vokasi dan Prof Ir Sudaryono, M.Eng., Ph.D., dari Fakultas Teknik.
Dalam sambutannya, Prof. Sudaryono menyampaikan refleksi filosofis mengenai perjalanan pengabdian yang ia analogikan dengan konsep sangkan paraning dumadi. Menurutnya, masa purna tugas bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membuka ruang baru untuk berkarya. Ia menekankan bahwa para pegawai UGM telah lama menjadi bagian dari peristiwa besar bangsa, karena UGM sendiri lahir dari semangat perjuangan Indonesia. “Mahasiswa yang kini menjadi pemimpin negara, aktor perubahan, semuanya tidak lepas dari jasa Bapak Ibu sekalian. Tahap pertama sudah selesai, yaitu menjadikan Indonesia melalui karya-karya kita. Tahap berikutnya adalah membangun manusia dengan karisma yang kita peroleh dari UGM,” ujarnya penuh makna.
Ketua Umum Korpagama, Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU., atau akrab disapa Ipik, turut memberikan apresiasi mendalam kepada para pegawai yang memasuki masa pensiun. Ia menegaskan bahwa Korpagama selalu berkomitmen meningkatkan kesejahteraan pegawai UGM, sekaligus menjaga ikatan kebersamaan meski para pegawai sudah tidak lagi terikat secara formal dengan pekerjaan. Ipik mengajak para purnabakti untuk tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi, serta menikmati waktu bersama keluarga dan masyarakat dengan karya yang bermanfaat. “Semoga dapat lebih menikmati waktu yang ada bersama keluarga dan masyarakat terdekat,” tuturnya.
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan atas dedikasi panjang yang telah diberikan para pegawai kepada universitas. Piagam penghargaan dan dana kesetiakawanan menjadi simbol ikatan emosional antara UGM dan para pegawainya, menegaskan bahwa pengabdian mereka tidak akan pernah dilupakan. Kehadiran sosok seperti Fahmy Radhi dan Sudaryono menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya, bahwa pengabdian di dunia akademik bukan hanya soal mengajar, tetapi juga membentuk karakter bangsa.