Luncurkan Program Magister Desain ISI Yogyakarta Terima 1.700 Mahasiswa Baru 2026
- Istimewa
BANTUL, VIVA Jogja - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali membuka penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 dengan kuota sekitar 1.700 kursi. Proses seleksi dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), hingga seleksi mandiri. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen kursi sudah terisi melalui jalur SNBP, sementara sisanya masih terbuka bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK dan seleksi mandiri.
Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menjelaskan bahwa pembagian kuota tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jalur UTBK mendapat porsi sekitar 40 persen, sedangkan jalur mandiri sebesar 30 persen. UTBK sendiri merupakan kombinasi antara tes berbasis komputer dan penilaian portofolio, sehingga calon mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik tetapi juga kemampuan praktis di bidang seni.
Selain jalur reguler, ISI Yogyakarta juga membuka jalur afirmasi bagi calon mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jalur ini memberikan kesempatan bagi peserta berprestasi dengan dukungan rekomendasi dari pemerintah daerah. Menurut Irwandi, seleksi tetap berbasis kualitas agar kampus mampu mencetak mahasiswa berpotensi yang dapat berkembang hingga tingkat global. “Kami ingin ISI Yogyakarta menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa yang memiliki potensi besar di bidang seni,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada jenjang sarjana, ISI Yogyakarta juga memperluas cakupan pendidikan dengan membuka program baru di tingkat magister. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) meluncurkan program studi S2 Desain mulai semester depan dengan kuota awal sekitar 20 hingga 30 mahasiswa. Dekan FSRD, Muhamad Sholahuddin, menyebut bahwa program ini diperuntukkan bagi lulusan sarjana desain, seperti Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Produk, hingga Fashion Desain.
Untuk biaya pendidikan, kampus menetapkan SPP sebesar Rp8.000.000, biaya pendaftaran Rp340.000, serta biaya TOEFL Rp450.000. Selain itu, calon mahasiswa diwajibkan menyiapkan proposal penelitian atau perancangan sebagai bagian dari seleksi masuk. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia industri kreatif yang semakin berkembang pesat, sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan seni di Indonesia.