UGM Gelar Kursus Singkat Agrikultur, Ratusan Peserta dari 15 Negara Ikut Belajar Inovasi Berbasis Alam
- Dok UGM
SLEMAN, VIVA Jogja – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dengan menyelenggarakan program Short Course in the Agri-Food Sector 2026: Nature X Sciencetech Innovation – Co-Creating Sustainable Agro-Food Industries and Climate Solutions. Kegiatan yang berlangsung pada 6–18 April 2026 ini diikuti oleh 100 peserta dari 15 negara, dengan 52 peserta hadir secara luring di kampus UGM dan 48 peserta mengikuti secara daring. Kursus singkat ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademis sekaligus praktik lapangan mengenai teknologi dan solusi berbasis alam dalam sektor agri-pangan.
Ketua Panitia Short Course FTP UGM, Rizki Maftukhah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi dalam dua tahap. Minggu pertama diisi dengan sesi pre-course secara daring, sementara minggu kedua menjadi inti kegiatan dengan sistem hibrid. Peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengikuti kunjungan lapangan ke Field Research Center UGM di Kulonprogo. Di sana mereka mempelajari teknologi pengolahan kakao, budidaya melon di dalam greenhouse, serta teknologi pengolahan susu di pilot plant FTP UGM. Rizki menekankan bahwa tujuan utama kursus ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang teknologi berbasis alam yang dapat menjadi solusi atas tantangan sektor agri-pangan sekaligus membangun jejaring internasional. “Harapannya, para peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman berharga untuk masa depan bumi kita,” ujarnya.
Selama dua minggu, peserta mendapatkan materi dari berbagai pakar mengenai agrikultur, teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga analisis data. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta tentang bagaimana teknologi dapat bersinergi dengan solusi berbasis alam untuk menghadapi perubahan iklim. Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, menegaskan bahwa kursus ini menjadi wadah penting bagi generasi muda dari berbagai negara untuk menghasilkan ide dan inovasi yang berkontribusi pada sistem pertanian berkelanjutan. “Kami berharap setelah menyelesaikan kursus ini, peserta dapat membawa pulang gagasan yang relevan dengan konteks negara masing-masing, sehingga kontribusi terhadap lingkungan berkelanjutan bisa diwujudkan secara nyata,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, Sumber Daya Manusia, dan Sistem Informasi FTP UGM, Prof. Dr. Kuncoro Harto Widodo. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga memperkuat jaringan internasional yang bermanfaat bagi institusi, komunitas, dan negara asal mereka. “Kami berharap pengalaman yang diperoleh di sini dapat menjadi bekal untuk membangun kolaborasi global di masa depan,” ungkapnya.