UII Teguhkan Peran Kampus Hijau Lewat Penanaman Pohon di Embung Pelang

Civitas akademika dan Rektor UII, Fathul Wahid tanam pohon di kawasan Embung Pelang
Sumber :
  • Istimewa

SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus ramah lingkungan dengan menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Embung Pelang, Selasa (21/04/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang mengusung tema “Jejak Lestari dalam Harmoni”. Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid, bersama jajaran pimpinan kampus, menandai langkah nyata institusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat identitas kampus hijau.

img_title Pioneer Beef Noodle Taiwan di Jogja! Kuah Gurih Seger, Beef Melimpah Dekat UII

Fathul Wahid menuturkan bahwa penanaman 197 pohon kali ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya, yakni pelestarian 37 jenis bambu di lokasi yang sama. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang UII dalam merawat lingkungan. Menurutnya, ruang hijau yang terus diperluas akan memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial bagi civitas akademika. Pepohonan yang ditanam diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, menyuburkan tanah, serta menghadirkan suasana segar yang mendukung proses pembelajaran mahasiswa. “Ruang hijau akan memberikan kesegaran dan kelapangan dalam berpikir. Ini penting dalam mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, ditanam tujuh jenis pohon dengan jumlah yang beragam, mulai dari 100 batang kemuning, 39 malapari, 30 pucuk merah, 5 akasia, 12 asem londo, 10 asem jawa, hingga satu pohon sukun. Pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan perawatan sekaligus manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Fathul menambahkan bahwa keberadaan pohon-pohon ini akan menjadi simbol keberlanjutan sekaligus energi positif bagi kampus.

img_title Bakso Gepeng “Versi BPJS” Dekat UII: Murahnya Nggak Masuk Akal, Rasanya Bikin Penasaran!

Selain dimensi ekologis, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual. Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Asmuni, menegaskan bahwa menanam pohon dalam perspektif Islam merupakan bentuk sedekah jariah. Selama pohon tersebut memberi manfaat, pahala akan terus mengalir bagi yang menanamnya. Ia menyoroti khususnya pohon akasia yang ditanam, yang memiliki nilai filosofis, ekologis, dan historis. Akasia dikenal sebagai tanaman tangguh dan cepat tumbuh, mencerminkan nilai istiqamah, kebermanfaatan, serta keseimbangan antara kekuatan dan keindahan. “Karakter kayunya yang keras dan tahan lama menjadi pengingat pentingnya prinsip hidup yang kokoh, sementara kemampuannya tumbuh di lahan menantang melambangkan semangat untuk terus memberi manfaat,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title