Hanif Sudibyo, Peneliti UGM Perkuat Peran Indonesia dalam Laporan Global Mitigasi Iklim

Dr Hanifrahmawan Sudibyo, dosen Departemen Teknik Kimia UGM
Sumber :
  • Dok UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dosen Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Hanifrahmawan Sudibyo Kontribusi akademisi Indonesia dalam upaya global mitigasi perubahan iklim, dengan menjadi Lead Author dalam penyusunan laporan internasional pedoman penggunaan teknologi penghilangan karbon dioksida, penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon untuk inventarisasi gas rumah kaca. Keterlibatan ini merupakan bagian dari kerja besar yang dikoordinasikan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dalam memperbarui pedoman inventarisasi gas rumah kaca nasional.

img_title Tiga Tim Reactics UGM Persembahkan Prestasi di Kompetisi Mobil Reaksi Kimia Nasional

Proses awal penyusunan laporan dimulai melalui pertemuan perdana Lead Author Meeting 1 (LAM1) yang berlangsung pada 14–16 April 2026 di markas besar Food and Agriculture Organization (FAO), Roma, Italia. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyepakati kerangka metodologi, pembagian tugas, serta arah pengembangan ilmiah yang akan digunakan dalam laporan. Hanif menegaskan bahwa partisipasinya mencerminkan kontribusi aktif Indonesia dalam pengembangan metodologi global mitigasi iklim, khususnya terkait teknologi carbon dioxide removal berbasis biochar yang relevan dengan kondisi tropis dan sistem lahan Asia Tenggara.

Bagi Hanif, keterlibatan ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga advokasi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia di kancah internasional. Ia berharap semakin banyak delegasi dari Indonesia terlibat dalam penyusunan Methodology Report IPCC agar perspektif negara berkembang dengan latar belakang pertanian yang kuat dapat lebih terwakili. “Kita berharap bisa semakin memberikan banyak perspektif yang lebih luas. Bahwa untuk konteks negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki background agriculture yang cukup dalam dan cukup kuat,” ujarnya.

img_title UGM dan BRIN Bangun Konsorsium Riset Tropis-Kutub untuk Hadapi Perubahan Iklim

Pada fase awal, tim berfokus pada pembaruan metodologi estimasi stok dan dinamika karbon biochar dengan mengacu pada kerangka 2019 Refinement. Dalam kerangka tersebut, aplikasi biochar ke tanah organik belum secara eksplisit menyatakan apakah mengarah pada positive priming—percepatan dekomposisi soil organic matter—atau negative priming—perlambatan dekomposisi. Pendekatan baru yang dikembangkan mencakup penggunaan suhu pirolisis dan rasio H/Corg sebagai indikator utama untuk menentukan fraksi karbon persisten (Fperm), serta evaluasi fraksi karbon non-persisten dalam neraca karbon.

Tim juga mengembangkan pendekatan kuantitatif untuk memproyeksikan stok karbon biochar pada berbagai rentang waktu, dari 1 hingga 100 tahun, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti suhu tanah dan distribusi vertikal biochar dalam profil tanah. Kajian turut mencakup evaluasi dampak biochar terhadap emisi non-CO₂, khususnya N₂O dan CH₄ pada sistem pertanian seperti sawah, serta analisis efek priming terhadap dinamika karbon tanah. Untuk tanah organik dan gambut, termasuk ekosistem restorasi dan rewetting, dilakukan kajian literatur mendalam guna memastikan ketersediaan bukti ilmiah yang memadai.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Anggrek Merapi Jadi Simbol Ketahanan dan Identitas Bangsa