Pelatihan Olahan Ikan Laut dan Menu Café Dorong Penguatan Destinasi Wisata Pantai Glagah–Congot
- istimewa
VIVA Jogja - Upaya memperkuat daya tarik wisata pesisir selatan kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Olahan Ikan Laut dan Menu Café yang digelar oleh BPC PHRI Kabupaten Kulonprogo bekerja sama dengan Unilever Food Solutions.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Unilever Food Solutions, kepala perangkat daerah, serta pelaku usaha hotel, restoran, café, UMKM kuliner, dan penggerak wisata di kawasan Pantai Glagah–Congot.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPC PHRI yang menghadirkan pelatihan sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran pelatihan ini dianggap penting karena sektor pariwisata kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya menambah pendapatan asli daerah, pariwisata juga membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Kulonprogo memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga wisata berbasis masyarakat. Kawasan Pantai Glagah–Congot menjadi salah satu destinasi unggulan dengan panorama pantai yang indah, kekayaan hasil laut, budaya masyarakat pesisir, serta peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pelatihan olahan ikan laut dan menu café ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan inovasi pelaku usaha kuliner sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai tambah yang dapat menarik minat wisatawan.
Pemerintah menegaskan bahwa penguatan destinasi Pantai Glagah–Congot harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pembangunan fisik dan infrastruktur memang penting, namun penguatan sumber daya manusia, pengembangan produk wisata, kebersihan lingkungan, keramahan pelayanan, serta promosi destinasi juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi profesi, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan yang memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.
Selain itu, pelatihan ini juga menyoroti pentingnya diversifikasi menu berbasis hasil laut. Kulonprogo dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat konsumsi ikan yang terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo pada tahun 2025 mencapai rata-rata 42 kilogram per kapita per tahun, angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi ikan nasional yang berada di kisaran 38 kilogram per kapita. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat Kulonprogo memiliki budaya konsumsi ikan yang kuat, sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan kuliner berbasis hasil laut.