Mahasiswa UGM Jadi Garda Depan Pemeriksaan Hewan Kurban

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM turun langsung ke lapangan periksa hewan kurban
Sumber :
  • Dok UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang turun langsung ke lapangan, terlibat langsung pemeriksaan hewan kurban Idul Adha 2026. Sebanyak 325 mahasiswa bersama sekitar 200 dosen dan dokter hewan diterjunkan untuk memastikan kesehatan hewan kurban serta keamanan daging yang akan dikonsumsi masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar simbol partisipasi akademik, melainkan wujud nyata pengabdian ilmu pengetahuan dalam peristiwa sosial yang sarat makna keagamaan.

img_title UGM Luncurkan Kurikulum Baru untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Kegiatan pemeriksaan ini menjadi penting di tengah meningkatnya aktivitas pemotongan hewan kurban. Indonesia masih menghadapi tantangan pengendalian wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), ditambah kewaspadaan terhadap ancaman penyakit lain seperti antraks, tuberkulosis, dan Peste des Petits Ruminants (PPR). Dengan kondisi tersebut, keterlibatan mahasiswa dan tenaga ahli menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas dan kehalalan daging kurban.

Pelepasan para petugas pemeriksa ditandai dengan pemberian jas laboratorium dan pisau sayat kepada perwakilan mahasiswa. Simbol sederhana ini menegaskan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke masyarakat. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen UGM dalam menghubungkan peristiwa teologi dengan peristiwa sosial. Baginya, kurban bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga momentum sosial yang harus diawasi agar berjalan sesuai prinsip kesehatan dan keberlanjutan.

img_title Perjuangan Anak Penjual Keripik, Tiara Julianti Raih Kuliah Gratis di Kedokteran UGM

Arie menambahkan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Melalui praktik lapangan, mahasiswa belajar mengabdikan pengetahuan mereka sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. Ia berharap pengalaman ini menjadi arena pembelajaran yang lebih luas, di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghadapi pertanyaan-pertanyaan nyata dari masyarakat. Pertanyaan praktis itu, menurutnya, akan menstimulus kecerdasan yang tidak bisa diperoleh hanya dari bangku kuliah.

Wakil Dekan FKH UGM, Prof. Aris Haryanto, turut menekankan pentingnya kesempatan ini. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan praktik pemeriksaan hewan kurban dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan secara optimal di lapangan.

img_title UGM Lantik 620 Insinyur Baru, Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab Profesional

Pembekalan bagi para mahasiswa dibagi dalam dua sesi utama, yaitu seminar dan workshop. Pada sesi seminar, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pemerintah terkait pemotongan hewan kurban di tengah situasi wabah. Mereka juga mempelajari penerapan higiene dan sanitasi, serta penanganan limbah hasil pemotongan. Sementara itu, sesi workshop lebih menekankan pada praktik pemeriksaan antemortem dan postmortem, sehingga mahasiswa benar-benar siap menghadapi kondisi nyata di lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title