Thudong Bhikkhu Dimulai dari Jepara, Bawa Pesan Damai dan Toleransi
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Pelepasan perjalanan Thudong Bhikkhu berlangsung khidmat di Candi Sima, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, Jepara, Rabu (20/5).
Kegiatan ini menjadi simbol perjalanan spiritual sekaligus penguat nilai toleransi dan keberagaman di Kabupaten Jepara.
Ketua Panitia Thudong, Sundoko mengatakan, perjalanan thudong bukan sekadar perjalanan kaki, melainkan perjalanan batin yang sarat makna spiritual.
“Dalam setiap langkah terdapat doa untuk kedamaian negeri,” ujarnya.
Sebanyak 16 bhikkhu dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perjalanan spiritual tersebut.
Selama di wilayah Jawa Tengah, para bhikkhu akan melintasi Jepara, Demak, Semarang, Ungaran, Salatiga, Boyolali hingga Klaten dengan tujuan akhir di Candi Sewu.
Selama perjalanan, para bhikkhu akan singgah di sejumlah fasilitas umum yang telah disiapkan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana toleransi, kepedulian sosial, serta memperkuat semangat keberagaman bangsa.
Perjalanan thudong ditempuh selama 11 hari dengan menjalani kehidupan sederhana dan penuh kedisiplinan spiritual.
Bupati Jepara Witiarso Utumo Dan Bhiku pengambilan Air Suci
- Vivajogja
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan wajah Jepara yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Inilah wajah Jepara, bahwa keharmonisan sangat terjaga dengan baik. Jepara adalah rumah besar yang damai, subur akan toleransi, serta menghargai pluralitas dan keberagaman,” tuturnya.
Kegiatan pelepasan Thudong Bhikkhu ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang turut hadir memberikan dukungan dan doa bagi kelancaran perjalanan spiritual para bhikkhu menuju Candi Sewu.