UGM Pertahankan Magnet Akademik, Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Berebut Kursi Melalui SNBT 2026
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi negeri paling diminati di Indonesia. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 mencatat angka yang mencengangkan, yakni 84.637 calon mahasiswa mendaftar untuk berbagai program studi di kampus yang terletak di Bulaksumur, Yogyakarta ini. Antusiasme tersebut menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UGM, sekaligus menegaskan reputasi kampus sebagai destinasi utama bagi generasi muda yang ingin menapaki jenjang pendidikan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar merupakan dorongan moral bagi universitas untuk terus menjaga mutu akademik, memperluas akses pendidikan, dan memastikan layanan yang inklusif. Menurutnya, minat calon mahasiswa yang tetap tinggi dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa UGM tidak hanya dipandang sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai simbol harapan dan masa depan bagi banyak keluarga di Indonesia. “Minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di UGM masih sangat tinggi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pendidikan, layanan akademik, dan akses pendidikan yang inklusif,” ujarnya dalam konferensi pers di kampus UGM, Senin (25/05/2026).
Pada tahun akademik 2026/2027, UGM membuka tiga jalur utama penerimaan mahasiswa baru, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri. Total daya tampung reguler yang disediakan mencapai 9.403 kursi, sementara untuk International Undergraduate Program (IUP) tersedia 1.301 kursi tambahan. Dari jalur SNBT, UGM menerima 2.857 calon mahasiswa. Data persebaran minat menunjukkan Sekolah Vokasi menjadi fakultas paling diminati dengan 21.730 pendaftar, disusul Fakultas Teknik dengan 10.702 peminat, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan 5.463 peminat. Angka ini mencerminkan dinamika pilihan calon mahasiswa yang semakin beragam, sekaligus menandakan bahwa UGM mampu menarik minat lintas disiplin ilmu.
Selain jalur nasional, UGM juga membuka Seleksi Mandiri sebagai alternatif bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui SNBT. Jalur ini menyediakan kuota hingga 40 persen dari total daya tampung, yakni sekitar 3.729 kursi. Dengan adanya jalur mandiri, UGM berupaya memperluas kesempatan bagi lebih banyak calon mahasiswa untuk bergabung, sekaligus menjaga prinsip inklusivitas dalam pendidikan tinggi. Wening menegaskan bahwa semua proses penerimaan dilakukan secara transparan dan dapat diakses melalui laman resmi admissions.ugm.ac.id. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan biaya tertentu. “Saya menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan UGM dan menawarkan jaminan diterima kuliah melalui jalur tertentu,” tegasnya.