Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
BANTUL, VIVA Jogja - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-42 dengan mengusung tema besar “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence”. Perayaan yang berlangsung sejak 12 Mei hingga 30 Agustus 2026 ini menghadirkan rangkaian kegiatan seni, akademik, dan kolaborasi internasional yang melibatkan sivitas akademika, seniman, komunitas budaya, hingga jejaring global. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi kehidupan manusia, termasuk dunia seni dan pendidikan kreatif.
Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi, menegaskan bahwa kampus seni memiliki tanggung jawab bukan hanya mengikuti arus teknologi, tetapi juga memastikan teknologi tetap berhubungan dengan rasa, pengalaman manusia, dan nilai kebudayaan. “Di tengah percepatan Artificial Intelligence, tugas kampus seni bukan hanya mengikuti teknologi. Tetapi memastikan teknologi tetap berhubungan dengan rasa, pengalaman manusia dan nilai kebudayaan,” ujarnya dalam konferensi pers di Lobby Gedung Rektorat ISI Yogyakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Menurutnya, isu AI bukan hal baru bagi ISI Yogyakarta, karena kampus seni dituntut mampu membaca perkembangan teknologi secara kritis sekaligus menjaga dimensi kemanusiaan dalam proses kreatif.
Dalam momentum usia ke-42 tahun, yang berakar dari Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) sejak 1950, ISI Yogyakarta berkomitmen memperkuat spirit kemajuan seni di Indonesia sekaligus meningkatkan peran di kancah global. Irwandi merinci ada 21 agenda publik yang disiapkan selama lebih dari tiga bulan, mulai dari seminar nasional, pameran seni rupa dan desain, penayangan karya media rekam, workshop, konser, festival, hingga pesta rakyat. Puncak akademik akan berlangsung melalui Sidang Senat Terbuka pada 3 Juni 2026 di Concert Hall ISI Yogyakarta dengan pidato ilmiah Dr. Mikke Susanto bertajuk “Album Foto Keluarga: Kita, Tata Kelola Arsip, dan Algoritma”.
Seminar Nasional “Dialektika Seni dan Artificial Intelligence dalam Rekonstruksi Nilai Estetika” pada 17 Juni 2026 akan menjadi ruang diskusi mengenai dampak AI terhadap penciptaan, distribusi, hingga penilaian karya seni. Fakultas Seni Rupa dan Desain turut menghadirkan forum internasional bertema “Post Machine Algorithm: Resonansi Rasa dalam Jejaring Biner”, sementara Fakultas Seni Media Rekam menyiapkan pameran “Narrating Humanity: Kesadaran Sosial dan Kreativitas Seni Media Rekam di Era Artificial Intelligence” di Galeri RJ Katamsi dan Galeri Pandeng.