Inovasi Beton Cocofiber Antar Tim WERKUDARA UMY Raih Juara Nasional
- Dok UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim WERKUDARA dari Program Studi Teknik Sipil UMY berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Beton Nasional yang finalnya diselenggarakan di Universitas Tarumanagara pada 23 Mei 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata kreativitas dan ketekunan mahasiswa UMY dalam mengembangkan inovasi berbasis lingkungan sekaligus memperkuat reputasi kampus di kancah nasional.
Tim WERKUDARA diketuai oleh Dewa Tri Puja bersama dua anggota lainnya, Firman Maulan Ibrahim dan Rafif Ihsan Maulana. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang dibimbing oleh dosen Teknik Sipil UMY, Hakas Prayuda, S.T., M.Eng., Ph.D. Dewa menjelaskan bahwa perjalanan menuju babak final bukanlah hal mudah. Sejak Oktober 2025, tim harus melewati berbagai tahapan mulai dari seleksi proposal, pengujian sampel beton, hingga serangkaian eksperimen yang berlangsung selama tujuh bulan. “Rasanya sangat senang bisa mendapatkan Juara 2 dari perlombaan ini. Semua rasa lelah selama berbulan-bulan melakukan pengujian di laboratorium akhirnya terbayarkan,” ujarnya dalam wawancara daring, Selasa 26 Mei 2026.
Proses persiapan menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Mereka harus mencari material yang tepat, melakukan pengujian bahan, dan berkali-kali menghadapi kegagalan sebelum menemukan formula beton yang sesuai. Aktivitas perkuliahan yang padat membuat laboratorium menjadi “rumah kedua” bagi tim. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika mereka harus membuat sampel beton saat bulan Ramadan, bekerja dari tengah malam hingga menjelang subuh demi menghasilkan beton terbaik untuk dikirim ke Universitas Tarumanagara. “Challenge terbesar saya sebagai ketua tim adalah mengatur anggota karena kami berasal dari kelas dan jadwal kuliah yang berbeda. Tapi alhamdulillah semuanya bisa dihadapi bersama,” kata Dewa.
Dalam kompetisi tersebut, tim UMY membawa inovasi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Serat Sabut Kelapa (Cocofiber) pada Inovasi Reactive Powder Fiber Concrete”. Inovasi ini menjadi kekuatan utama tim karena memanfaatkan limbah ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas beton. Cocofiber yang biasanya dianggap limbah, diolah menjadi material yang mampu memperkuat struktur beton sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan. Menurut Dewa, keberhasilan tim tidak lepas dari kekompakan, kegigihan, serta semangat membawa nama baik kampus. Meski harus bersaing dengan berbagai universitas besar di Indonesia, termasuk finalis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tim WERKUDARA tetap optimistis. “Kami punya jargon sendiri, yaitu ‘Tak Gentar untuk Maju Sampai Membawa Piala ke Kampus Sang Surya’. Itu yang terus menguatkan kami selama perlombaan,” ungkapnya.