Talkshow UMY Tekankan Kreativitas dan Ketahanan Emosional Mahasiswa di Era Disrupsi

Prof Dr Zuly Qodir M.Ag., menyoroti bahwa periode 2021–2030 diprediksi menghadirkan persaingan individu
Sumber :
  • Dok UMY

BANTUL, VIVA Jogja - Perubahan sosial, ekonomi, dan pesatnya perkembangan teknologi di era disrupsi menuntut generasi muda untuk tidak sekadar unggul secara akademik. Mahasiswa kini dihadapkan pada tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian, sehingga membutuhkan kreativitas, daya juang, kemampuan adaptasi, serta ketahanan emosional agar mampu bersaing di dunia kerja. Hal tersebut mengemuka dalam talkshow bertema “Menyongsong Peran dan Aksi Nyata Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat” yang digelar Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia di Gedung Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (26/05/2026).

img_title Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Ayam dan Telur

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof Dr Zuly Qodir, M.Ag, menyoroti bahwa periode 2021–2030 diprediksi menghadirkan persaingan individu yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut diperberat dengan menyusutnya kelas menengah dan rendahnya kompetensi tenaga kerja yang menjadi tantangan besar bagi Indonesia ke depan. Menurut Zuly, mahasiswa tidak cukup hanya beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga harus berani membangun kapasitas diri untuk menciptakan solusi nyata di tengah masyarakat. “IPK itu penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang bisa diandalkan. Sekarang banyak orang memiliki IPK tinggi, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan lain yang membuat dirinya berbeda. Public speaking, kemampuan meyakinkan orang, dan kemampuan menciptakan sesuatu, itulah yang akan dicari,” tegasnya.

Zuly juga mendorong mahasiswa untuk menjadi creative minority, yakni kelompok kecil yang berani berpikir kreatif, menghadirkan karya nyata, sekaligus memiliki kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melampaui sekadar pencapaian akademik dengan menghadirkan kontribusi nyata yang berdampak luas. Hal ini penting agar generasi muda tidak hanya menjadi lulusan yang unggul di atas kertas, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman.

img_title Optimisme Kerja Menurun, Ketidakpastian Ekonomi Jadi Sorotan

Senada dengan hal tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Frizki Yulianti Nurnisya, S.IP., M.Si., Ph.D., menyebut tantangan mahasiswa saat ini semakin kompleks akibat hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai menggantikan pekerjaan repetitif. Di sisi lain, persaingan kerja juga telah terbuka secara global. “Dunia kerja saat ini mencari adaptability, communication, problem solving, inisiatif, konsistensi, dan emotional resilience atau ketahanan emosional. Di era chaos seperti sekarang, yang bisa bertahan bukan hanya yang paling pintar, melainkan mereka yang adaptif,” ungkap Frizki.

Halaman Selanjutnya
img_title