Seminar AMRO–UGM Bahas Ketahanan Ekonomi ASEAN di Tengah Ketidakpastian Global
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Yogyakarta menjadi tuan rumah diskusi penting mengenai arah perekonomian kawasan Asia Tenggara. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bersama ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menggelar seminar bertajuk Navigating Global Uncertainty: Sustaining Growth and Stability in ASEAN pada Selasa, 26 Mei 2026, di Function Hall lantai delapan Gedung Learning Centre FEB UGM. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran publikasi utama AMRO, yakni ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO) 2026 dan ASEAN+3 Fiscal Policy Report (AFPR) 2026.
Seminar tersebut mempertemukan akademisi, ekonom, pembuat kebijakan, serta mahasiswa untuk bertukar pandangan mengenai prospek ekonomi regional dan prioritas kebijakan fiskal di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, serta risiko eksternal baru termasuk volatilitas harga energi. Kehadiran para pakar lintas institusi menjadikan forum ini sebagai ruang dialog yang kaya perspektif, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan lembaga internasional.
Dalam sesi presentasi, Byunghoon Nam selaku Deputy Group Head dan Senior Economist AMRO bersama Catharine Kho, Senior Economist AMRO, memaparkan analisis mengenai prospek pertumbuhan kawasan dan dinamika fiskal yang dihadapi negara-negara ASEAN. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan panel yang menghadirkan Denni Puspa Purbasari dari FEB UGM, Juli BudiWinantya selaku Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, serta Allen Ng dan Seung Hyun Hong yang masing-masing menjabat Group Head dan Lead Economist AMRO. Panel ini menyoroti berbagai opsi kebijakan yang dapat ditempuh untuk menjaga stabilitas di tengah lingkungan eksternal yang semakin menantang.
Dekan FEB UGM, Didi Achjari, dalam sambutan pembuka menekankan pentingnya keterlibatan aktif antara akademisi dan organisasi internasional dalam merespons tantangan ekonomi yang terus berkembang. Menurutnya, seminar ini berlangsung pada momen krusial ketika perekonomian ASEAN menunjukkan ketahanan di tengah kompleksitas global. “Diskusi ini menjadi sangat relevan dan penting karena ASEAN mampu menunjukkan resiliensi di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” ujarnya.
Sementara itu, Abdurohman selaku Deputy Director AMRO dalam penutupan acara menegaskan perlunya menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat koordinasi kebijakan antarnegara. Ia menyampaikan apresiasi kepada FEB UGM yang telah memfasilitasi dialog antara AMRO dengan akademisi, ekonom, pembuat kebijakan, dan mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada FEB UGM karena telah membantu menghadirkan analisis regional AMRO dalam dialog yang kaya dengan berbagai perspektif,” katanya.