UMY Perkuat Diplomasi Akademik di ICONPO Hungaria, Angkat Isu Energi Hijau dan Keberlanjutan
- Dok UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berpartisipasi aktif dalam International Conference on Public Organization (ICONPO) ke-15 yang berlangsung di Eötvös Loránd University, Budapest, Hungaria, pada 28–29 Mei 2026. Konferensi yang mengangkat tema “Bridging Technology, Green Energy, and Environmental Sustainability” ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas isu transisi energi, perkembangan teknologi, serta keberlanjutan lingkungan. Delegasi UMY mendapat kehormatan sebagai Key Panel Speakers, sebuah posisi yang menunjukkan pengakuan internasional terhadap kontribusi akademik universitas dalam bidang tata kelola publik, transformasi digital, inovasi kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., dosen Ilmu Pemerintahan UMY, menegaskan bahwa partisipasi UMY dalam forum internasional bukan sekadar kehadiran institusi di panggung global, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam menjawab tantangan dunia. “Isu teknologi, energi hijau, dan keberlanjutan membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan lintas negara,” ujarnya dalam keterangan daring kepada Humas UMY, Jumat (29/5). Ia menambahkan bahwa kolaborasi global menjadi hal penting untuk terus diperkuat, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian berbagai negara. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki posisi strategis untuk menghadirkan gagasan serta inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.
Delegasi UMY yang tercatat sebagai Key Panel Speakers dalam Book of Program ICONPO ke-15 antara lain Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., Prof. Eko Priyo Purnomo, S.IP., M.Si., M.Res., Ph.D., apt. RR. Sabtanti Harimurti, Ph.D., apt. Rima Erviana, Ph.D., serta Dr. Aulia Nur Kasiwi, S.IP., M.IP. Kehadiran mereka dinilai tidak hanya memperluas jejaring akademik global universitas, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan kebijakan publik bersama berbagai institusi internasional. Keterlibatan ini sekaligus memperkuat posisi UMY sebagai perguruan tinggi Indonesia yang aktif berkontribusi dalam isu keberlanjutan di tingkat global.
Dalam paparannya, Prof. Arin menekankan bahwa isu keberlanjutan tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sektor atau satu negara. Sinergi antara akademisi, pemerintah, praktisi, hingga masyarakat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan dan inovasi yang lebih inklusif serta berorientasi jangka panjang. ICONPO ke-15 sendiri diselenggarakan oleh APSPA (Asia Pacific Society for Public Affairs) bekerja sama dengan PCIM Hungaria, PPI Hungaria, serta sejumlah institusi akademik internasional. “Konferensi ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperkuat riset kolaboratif, serta merumuskan solusi inovatif terhadap tantangan global di bidang teknologi, energi hijau, dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.