UMY Dorong Literasi Keuangan Siswa SMA Lewat Inovasi Flash Card Game

UMY menghadirkan pembelajaran kreatif dan interaktif dengan memperkenalkan media flash card tingkat SMA
Sumber :
  • Dok UMY

BANTUL, VIVA Jogja - Perkembangan teknologi finansial dan ekonomi digital yang begitu pesat menuntut generasi muda untuk memiliki pemahaman yang matang tentang pengelolaan keuangan sejak usia sekolah. Namun, bagi banyak pelajar tingkat SMA, konsep ekonomi dan investasi sering kali dianggap rumit, abstrak, bahkan membosankan. Menyadari tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan sebuah terobosan pembelajaran yang kreatif dan interaktif dengan memperkenalkan media flash card game sebagai sarana literasi keuangan. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gamping, Sleman, serta SMA Negeri 2 Bantul, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi para siswa.

img_title Dugaan Pelecehan di Lingkungan Kampus, UMY Tegaskan Komitmen Cegah dan Tangani

Inovasi ini dipimpin oleh Ecky Imamul Muttaqin, dosen Program Studi Ekonomi UMY, yang menekankan pentingnya metode pembelajaran partisipatif. Menurutnya, literasi keuangan tidak akan efektif jika hanya disampaikan melalui ceramah satu arah atau hafalan teori. Generasi muda membutuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mampu menyederhanakan konsep ekonomi yang kompleks. Flash card game dirancang khusus dengan pendekatan visual dan permainan edukatif, sehingga siswa dapat memahami materi ekonomi secara lebih kontekstual. Setiap kartu dilengkapi istilah ekonomi, ilustrasi menarik, serta contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, membuat konsep seperti inflasi, mekanisme pasar, kebijakan moneter, hingga ekonomi digital lebih mudah dipahami.

Suasana kelas selama program berlangsung berubah menjadi lebih hidup. Siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan aktif terlibat dalam diskusi kelompok, kuis kompetitif, hingga battle quiz yang memacu semangat. Pendekatan ini mendorong mereka untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan. Ecky menegaskan bahwa metode berbasis permainan tidak hanya meningkatkan daya ingat, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap isu-isu ekonomi yang berkembang di masyarakat. Dengan cara yang santai namun kompetitif, siswa menjadi lebih antusias memahami persoalan ekonomi baik dalam lingkup mikro maupun makro. Hal ini menjadi langkah awal penting dalam membangun literasi keuangan sejak usia sekolah.

img_title UMY Gelar Book Camp 2026, Dorong Dosen Tingkatkan Publikasi Buku dan Luaran Tridarma

Program pengabdian ini juga menegaskan komitmen UMY dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Keterlibatan dosen dan mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai jembatan transfer pengetahuan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, UMY menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda. Literasi keuangan yang ditanamkan sejak SMA diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, menghindari perilaku konsumtif berlebihan, serta mampu mengambil keputusan investasi yang bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya
img_title