UM UGM CBT 2026: Persaingan Ketat, Inovasi Pengawasan, dan Layanan Inklusif
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Pelaksanaan Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada berbasis komputer (UM UGM CBT) tahun 2026 kembali mencatat antusiasme luar biasa dari calon mahasiswa. Sebanyak 44.972 peserta mengikuti seleksi yang berlangsung pada 2–8 Juni, dengan mayoritas memilih lokasi ujian di Yogyakarta sebanyak 40.190 orang, sementara 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta. Mereka bersaing memperebutkan 3.729 kursi program sarjana dan sarjana terapan melalui jalur mandiri. Dengan jumlah peserta hampir mencapai 45 ribu, tingkat persaingan menjadi sangat ketat, di mana rata-rata satu kursi diperebutkan lebih dari 13 orang.
Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, menegaskan bahwa pelaksanaan UM UGM CBT terus mengalami penyempurnaan dari tahun ke tahun. Evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya dijadikan dasar untuk memperkuat sistem ujian, terutama dalam mengantisipasi potensi kecurangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. UGM memperketat prosedur pengawasan, mulai dari pemeriksaan peserta sebelum memasuki ruang ujian hingga pengaturan barang bawaan. Menurut Ova, langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas dan keadilan proses seleksi. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah peserta tahun ini menjadi tantangan tersendiri, sehingga sistem pendukung ujian juga terus diperbaiki agar pengalaman peserta tetap optimal. “Setiap tahun kami belajar dari pelaksanaan sebelumnya sehingga berbagai potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal dan kualitas penyelenggaraan terus meningkat,” ujarnya.
Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa UM UGM CBT tahun ini mencakup 93 program studi sarjana dan sarjana terapan. Meski jumlah peserta sangat tinggi, kuota penerimaan tetap mengikuti daya tampung yang telah ditetapkan, yakni 3.729 kursi. Kondisi ini membuat persaingan di sejumlah program studi semakin ketat. Gandes menyebutkan bahwa program studi Kedokteran, Manajemen, dan Hukum masih menjadi favorit utama, sementara Kedokteran Gigi dan Hukum mengalami peningkatan peminat dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa calon mahasiswa semakin mempertimbangkan prospek karir dan minat akademik dalam menentukan pilihan studi. Ia menambahkan bahwa materi ujian tidak mengalami perubahan dari tahun lalu, meski soal yang digunakan tentu berbeda pada setiap pelaksanaan.