Menyatukan Visi Peternakan ASEAN melalui Kolaborasi UGM dan JSAHVC

Kolaborasi Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College-UGM
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional dengan menerima kunjungan delegasi Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAHVC) dari Tiongkok. Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk menjajaki kerja sama pengembangan pendidikan tinggi dan industri peternakan di kawasan ASEAN. Kehadiran JSAHVC di Yogyakarta membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai masa depan sektor peternakan, kesehatan hewan, dan teknologi agroindustri yang semakin relevan dengan tantangan global.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Delegasi JSAHVC datang dengan membawa gagasan besar melalui Project Construction Plan for the Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College–ASEAN College of Animal Husbandry Engineering Technology. Program ini dirancang sebagai platform terpadu yang menghubungkan perguruan tinggi di ASEAN dengan dunia industri. Tujuannya jelas: membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya melahirkan talenta unggul, tetapi juga memperkuat layanan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pertukaran budaya lintas negara. Dengan dukungan Indonesia Haida Agriculture Co., Ltd., JSAHVC berupaya menciptakan model kolaborasi yang berbasis pada prinsip berbagi sumber daya, saling melengkapi keunggulan, dan pengembangan bersama.

Wakil Presiden JSAHVC, Jundong Liu, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan UGM. Ia menekankan bahwa meski kunjungan ini merupakan yang pertama, pihaknya merasakan keterbukaan yang luar biasa. Jundong menjelaskan bahwa JSAHVC, yang berdiri sejak 1958, memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan vokasional dengan fokus pada peternakan, kesehatan hewan, biomedis, dan farmasi veteriner. Harapannya, kerja sama dengan UGM dan perguruan tinggi lain di ASEAN dapat melahirkan platform pendidikan dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius untuk membangun fondasi pendidikan dan industri yang berkelanjutan.

img_title Gamagora: Inovasi Padi UGM yang Menguatkan Ketahanan Pangan dari Madiun

Dari pihak UGM, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa universitas memiliki perhatian besar terhadap pengembangan inovasi di sektor agroindustri, termasuk peternakan. Menurutnya, kerja sama dengan JSAHVC sejalan dengan fokus UGM dalam memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi teknologi. Ia menambahkan bahwa UGM terus berupaya mengembangkan berbagai teknologi yang mendukung produktivitas dan efisiensi sektor peternakan nasional, mulai dari pengolahan hingga pemotongan unggas. Semua itu diintegrasikan dengan program pendidikan di Sekolah Vokasi agar mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Halaman Selanjutnya
img_title