Reza, Cucu Tukang Parkir dan ART, Raih Kuliah Gratis di UGM
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Di sebuah rumah sederhana yang berdiri di atas tanah kas desa seluas 80 meter persegi di Sendowo, Mlati, Sleman, Muhammad Novareza Sayyid Pratama atau Reza (19) menjalani kesehariannya bersama kakek dan nenek yang sejak kecil menjadi pengasuh utama. Pasca perceraian orang tuanya, Reza tumbuh dalam asuhan Surono (69), sang kakek yang bekerja sebagai tukang parkir, dan Amin Juminem (69), sang nenek yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga dengan penghasilan sekitar Rp600.000 per bulan.
Keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang bagi Reza untuk menempuh pendidikan. Sejak sekolah dasar hingga SMA, ia selalu menunjukkan prestasi akademik yang gemilang. “Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1,” ujarnya dengan senyum bangga. Hobinya membaca buku fiksi membuatnya semakin tekun belajar, sementara dukungan penuh dari nenek Amin menjadi energi utama dalam perjalanan pendidikannya.
Nenek Amin, meski hanya lulusan SD, selalu optimis bahwa cucunya akan berhasil. Ia kerap mengandalkan pinjaman arisan demi memenuhi kebutuhan sekolah Reza. “Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil,” kenangnya. Bahkan ketika Reza pulang larut malam setelah kegiatan sekolah, sang nenek tetap setia menemani cucunya belajar.
Keterbatasan uang saku membuat Reza terbiasa membawa bekal dari rumah. “Setiap hari saya bawa bekal makan siang. Kalau ada kegiatan sampai sore, nenek menyiapkan dua bekal untuk dimakan siang dan sore,” tuturnya. Kebiasaan sederhana ini menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan keluarga demi pendidikan.
Usaha keras dan doa akhirnya berbuah manis. Reza diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tidak hanya lulus tanpa tes, ia juga memperoleh beasiswa UKT Pendidikan unggul bersubsidi 100 persen, sehingga dapat menempuh kuliah gratis di kampus impiannya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari motivasi dan dukungan keluarga, terutama sang nenek. “Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek. Meskipun di tengah keterbatasan, nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya,” ungkap Reza penuh haru.