UGM–Chile Bangun Jembatan Riset Antarktika dan Iklim Global

UGM, Chile, ASEAN, dan Timor-Leste, dengan fokus pada riset Antarktika.
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat akademik yang aktif menjalin kolaborasi internasional. Kali ini, kerja sama diperkuat bersama Kedutaan Besar Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, dengan fokus pada riset Antarktika dan perubahan iklim. Pertemuan yang berlangsung di Kampus UGM, mempertemukan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, bersama Prof. Dr. Mirwan Ushada selaku Direktur Penelitian UGM, serta Ir Nugroho Imam Setiawan, Direktur Tropical–Polar Interconnection Research Group (TPI-RG), dengan Duta Besar Chile, H.E. Mario Ignacio Artaza.

img_title UGM Luncurkan Kurikulum Baru untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan jejaring akademik antara UGM dan institusi strategis di Chile. Danang menyebutkan bahwa kerja sama dengan Pontificia Universidad Católica de Chile menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memperluas kolaborasi akademik dan penelitian. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada pendidikan dan pertukaran akademik, tetapi juga berkembang menjadi penelitian bersama yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan kedua negara.

Diskusi juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah Indonesia dalam isu Antarktika, khususnya dalam konteks Antarctic Treaty System (ATS). Antarktika dipandang bukan hanya sebagai wilayah penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai ruang strategis yang membutuhkan partisipasi aktif komunitas internasional untuk menjaga perdamaian, keberlanjutan lingkungan, dan kerja sama ilmiah global. Danang menekankan bahwa diplomasi ilmiah menjadi salah satu aspek penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kerja sama riset Antarktika di masa depan.

img_title WMO Prediksi 2030 Jadi Periode Terpanas, Akademisi UMY Ingatkan Pentingnya Adaptasi Pengelolaan Air

Duta Besar Chile, Mario Artaza, menambahkan bahwa peluang kolaborasi terbuka luas melalui Tropical–Polar Research. Beberapa institusi riset di Chile seperti Chilean Antarctic Institute (INACH), Universidad de Magallanes (UMAG), Instituto Milenio BASE, dan Universidad de Chile disebut sebagai mitra potensial. Dukungan ini mencakup fasilitasi komunikasi, penjajakan kerja sama, serta penguatan jejaring akademik dan penelitian antara kedua negara.

Selain riset Antarktika dan perubahan iklim, peluang kerja sama juga terbuka di berbagai bidang lain. Danang menilai sektor pertanian dan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan keberlanjutan, kelautan dan perikanan, kebencanaan, serta vulkanologi memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Pada bidang vulkanologi, Chile dan Indonesia memiliki kesamaan karakteristik sebagai negara yang berada di jalur tektonik aktif Ring of Fire. Hal ini membuka peluang penelitian bersama terkait aktivitas vulkanik, mitigasi bencana, sistem pemantauan gunung api, energi geotermal, hingga dampak vulkanisme terhadap lingkungan dan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Perjuangan Anak Penjual Keripik, Tiara Julianti Raih Kuliah Gratis di Kedokteran UGM