Dosen FEB UGM Terlibat dalam Publikasi Internasional ADBI tentang Kebijakan Fiskal dan Aksi Iklim
- Dok FEB UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Data Avicenna, S.E., M.Ec.Pol., mencatat kontribusi penting di tingkat internasional melalui keterlibatannya dalam publikasi buku Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions. Buku tersebut diterbitkan oleh Asian Development Bank Institute (ADBI) bekerja sama dengan SOAS University of London dan menghimpun berbagai penelitian mengenai peran kebijakan fiskal dalam mempercepat aksi iklim di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam publikasi ini, Data Avicenna bersama tiga peneliti lain, yakni Ega Kurnia Yazid dari CSIS Indonesia, Kelvin Ramadhan Hidayat sebagai peneliti independen, serta Muhammad Faiz Zaidan Alharkan, mahasiswa Master di Colorado School of Mines, menulis bab ke-10 berjudul Assessing Local Environmental Spending and Air Pollution Reduction in Indonesia: A Satellite Data Approach. Kajian tersebut menyoroti sejauh mana belanja lingkungan pemerintah daerah mampu menekan tingkat pencemaran udara di Indonesia dengan memanfaatkan data satelit sebagai instrumen pengukuran kualitas udara.
Penelitian ini menggunakan data longitudinal dari 474 kabupaten/kota selama periode 2012–2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan belanja lingkungan memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan pertumbuhan polusi nitrogen dioksida (NO₂), polutan yang umumnya terkait dengan aktivitas pembakaran bahan bakar, termasuk sektor transportasi. “Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara peningkatan belanja lingkungan daerah dan perlambatan pertumbuhan polusi NO₂,” ujar Data Avicenna.
Namun, penelitian tidak menemukan hubungan signifikan terhadap penurunan polusi sulfur dioksida (SO₂). Menurut Data, hal ini menandakan bahwa efektivitas belanja lingkungan dapat berbeda tergantung jenis polutan. Belanja lingkungan daerah tampaknya lebih berpengaruh pada polusi yang bersumber dari transportasi, sementara dampaknya terhadap pencemaran dari aktivitas industri belum terlihat jelas.
Selain memberikan gambaran mengenai efektivitas kebijakan lingkungan, penelitian ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi satelit dalam evaluasi kebijakan publik. Pendekatan berbasis satelit dinilai relevan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih menghadapi keterbatasan jaringan pemantauan kualitas udara berbasis darat.
Keterlibatan akademisi UGM dalam publikasi internasional ini memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam diskursus global mengenai kebijakan iklim. Buku Accelerating Climate Action in Asia and the Pacific: Fiscal Policy Solutions sendiri berisi beragam penelitian tentang bagaimana kebijakan fiskal dapat menjadi instrumen strategis dalam mengurangi emisi dan mempercepat transisi menuju pembangunan berkelanjutan.