Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Tolak Angin, Ini Alasannya

Nicholas Saputra jadi brand ambassador Tolak Angin
Sumber :
  • ist/net

SEMARANG, VIVA Jogja - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menunjuk Nicholas Saputra sebagai brand ambassador Tolak Angin pada Mei 2026.

img_title UGM dan Dewan Jamu Indonesia Satukan Langkah Memajukan Herbal sebagai Warisan Budaya dan Solusi Kesehatan Bangsa

Keputusan tersebut menarik perhatian publik karena dilakukan beberapa bulan setelah produk herbal itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Nicholas Saputra dikenal sebagai salah satu aktor dengan reputasi kuat di industri hiburan Indonesia.

img_title Waspada Herbal Sachet, “Alami” Tak Selalu Aman jika Dikonsumsi Berlebihan

Pria kelahiran 1984 itu merupakan lulusan Program Studi Arsitektur Universitas Indonesia dan selama ini dikenal selektif dalam memilih proyek maupun kerja sama komersial.

Namanya mulai dikenal luas sejak membintangi film "Ada Apa Dengan Cinta?" pada 2002.

img_title Kisah di balik Transformasi Merek Kutus Kutus menjadi Sanga Sanga

Sepanjang kariernya, Nicholas juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Piala Citra melalui film "Gie" dan "Aruna & Lidahnya".

Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani, mengatakan pemilihan Nicholas didasarkan pada karakter dan reputasi yang dimilikinya.

“Nicholas ini orangnya sangat hati-hati. Kita tahu sendiri image yang dijaga, lalu selalu menjaga integritas sebagai aktor,” kata Maria saat peluncuran kampanye pada 18 Mei 2026.

Menurut Maria, karakter tersebut dinilai sejalan dengan nilai yang ingin disampaikan melalui produk Tolak Angin.

Penunjukan figur publik sebagai brand ambassador merupakan strategi yang lazim dilakukan perusahaan untuk memperkuat komunikasi merek kepada konsumen.

Karena itu, kehadiran Nicholas dalam kampanye terbaru Tolak Angin dinilai menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauan pesan dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana kolaborasi antara Nicholas Saputra dan Tolak Angin akan diterima oleh konsumen di tengah dinamika percakapan yang berkembang di ruang digital.