Mahasiswa UGM Hadirkan Aplikasi AI Pemantau Isu Publik dan Konten Viral

Tim mahasiswa UGM ikuti program Artificial Intelligence Talent Factory 2026
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja -  Inovasi teknologi kembali lahir dari kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim mahasiswa yang mengikuti program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) 2026 Batch 1 berhasil mengembangkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk memantau isu publik dan konten viral di ruang digital. Aplikasi ini tidak sekadar menjadi alat pemantau, melainkan sistem terintegrasi yang mampu melakukan crawling berita dan media sosial, mengklasifikasikan isu dan sentimen, menganalisis narasi pemberitaan, hingga menyusun daily brief yang dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan.

img_title UGM dan University of Melbourne Bahas Masa Depan AI dari Perspektif Humaniora

Salah satu anggota tim, Gevan, menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi ini berangkat dari keresahan terhadap derasnya arus informasi di era ekonomi digital. Menurutnya, jumlah konten di media sosial begitu masif dari segi volume, variasi, dan kecepatan, sehingga mustahil dipantau secara manual. “Sistem ini memudahkan pemantauan, analisis, dan perumusan strategi komunikasi. Tanpa teknologi, pekerjaan itu hampir tidak mungkin dilakukan,” ungkapnya dalam Demo Day and Graduation Program AITF di Gedung Pusat UGM, Rabu (24/6).

Aplikasi ini bekerja dengan alur yang terintegrasi. Proses dimulai dari deteksi tren terkini melalui platform seperti Google Trends dan Trends 24, kemudian dilanjutkan dengan input kata kunci manual sesuai kebutuhan. Teknologi keyword generator akan mengembangkan kata kunci turunan yang relevan untuk menggerakkan mesin crawling dalam menghimpun konten multimodal, baik teks, gambar, maupun audio dari media sosial dan media daring. Konten yang terkumpul kemudian diperkaya dengan teknologi AI, di mana gambar diproses menggunakan image captioning dan audio ditranskrip otomatis melalui fitur speech-to-text. Setelah itu, sistem melakukan pelabelan, kategorisasi sub-isu, dan analisis sentimen secara otomatis sebelum menyimpannya ke dalam database. Hasilnya divisualisasikan secara interaktif melalui dashboard monitoring yang mendukung pengambilan keputusan cepat dan tepat.

img_title UGM dan WorldVeg Perkuat Kapasitas Global Diagnostik Penyakit Tanaman Hortikultura

Melalui dashboard ini, sistem mampu merangkum artikel dengan isu serupa, menyusun ringkasan berdasarkan prinsip 5W+1H, serta mendeteksi aktor-aktor yang terlibat beserta pernyataan mereka. Fitur daily briefing memungkinkan pihak berwenang memperoleh dokumen berisi isu-isu viral pada hari sebelumnya sebagai panduan dalam merespons dinamika publik. “Dengan model large language model (LLM), sistem dapat memetakan narasi dan percakapan di ruang digital, lalu merumuskan strategi komunikasi proaktif berdasarkan analisis data terbaru,” jelas Gevan.

Halaman Selanjutnya
img_title