Bantul Hadirkan Paddle Board Sungai Opak Dongkrak Ekonomi Masyarakat
- Dok Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja – Kawasan pesisir Baros di Kabupaten Bantul terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Salah satu destinasi yang kini menjadi perhatian wisatawan adalah Wisata Paddle Board Sungai Opak, sebuah aktivitas rekreasi air yang menawarkan sensasi menyusuri aliran sungai dengan latar pemandangan alam yang masih asri sebelum bermuara ke Samudra Hindia. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak mulai beroperasi, wisata ini berhasil menarik minat masyarakat, terutama kalangan muda yang mencari pengalaman baru sekaligus lokasi wisata yang menarik untuk diabadikan melalui media sosial.
Keberadaan wisata paddle board di Baros menjadi bukti bahwa potensi alam yang dimiliki Kabupaten Bantul dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya menawarkan aktivitas olahraga air yang aman bagi pemula, kawasan ini juga mulai berkembang sebagai ruang wisata berbasis komunitas dengan melibatkan warga lokal dalam pengelolaannya.
Pengelola Wisata Paddle Board Baros, Yusuf Pratama, menjelaskan bahwa destinasi tersebut mulai dibuka untuk umum pada 27 September 2025. Awalnya, aktivitas paddle board hanya dikenal di kalangan komunitas olahraga air. Namun, setelah sejumlah dokumentasi dan video aktivitas diunggah melalui media sosial, minat masyarakat meningkat secara signifikan hingga membuat kawasan Sungai Opak di Baros menjadi salah satu tujuan wisata baru di wilayah pesisir selatan Yogyakarta.
Menurut Yusuf, keunikan wisata ini terletak pada karakter Sungai Opak yang langsung terhubung dengan laut lepas. Kondisi tersebut menghadirkan panorama yang berbeda dibandingkan lokasi paddle board di daerah lain. Wisatawan dapat menikmati suasana matahari terbit dengan latar hamparan sungai yang tenang, vegetasi mangrove di beberapa bagian, serta hembusan udara pantai yang masih alami.
Meski menawarkan pengalaman yang menarik, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional wisata. Yusuf mengatakan kondisi alam di kawasan muara Sungai Opak sangat dipengaruhi perubahan cuaca, arah angin, dan pasang surut air laut. Oleh sebab itu, pengelola menetapkan waktu operasional hanya pada pagi hari ketika kondisi air masih relatif tenang.