Cara Mudah Mencari Rezeki di Desa, Tak Perlu Lagi Merantau ke Jakarta
- VIVA Jogja/dok kelurahan Temon Wetan
VIVA Jogja – Dulu, banyak orang merasa harus pergi ke kota besar seperti Jakarta demi mencari pekerjaan dan penghasilan yang layak. Namun kini, kondisi mulai berubah. Peluang rezeki di desa makin terbuka lebar berkat kemajuan teknologi dan semangat wirausaha masyarakat lokal. Desa bukan lagi tempat yang tertinggal. Dengan kreativitas dan semangat, banyak peluang usaha bisa dijalankan tanpa harus pergi ke kota besar.
Berikut beberapa cara mudah mencari rezeki di desa yang bisa dilakukan siapa saja:
1. Bertani Modern dengan Sistem Hidroponik
Bertani tak harus dengan lahan luas. Sistem hidroponik memungkinkan warga desa menanam sayuran dengan efisien, bahkan dari pekarangan rumah. Hasilnya bisa dijual ke pasar lokal maupun lewat marketplace online.
Budidaya Ikan Nila
- VIVA Jogja/ist
2. Budidaya Ikan Lele atau Nila
Modal terjangkau, hasil maksimal. Kolam terpal cukup jadi tempat budidaya ikan yang diminati banyak konsumen. Tak butuh waktu lama untuk panen dan menjualnya ke warung makan hingga restoran kota.
jualan online
- VIVA Jogja/ist
3. Jualan Online dari Rumah
Dengan koneksi internet yang kini makin mudah diakses di desa, warga bisa ikut jualan di e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia. Produk kerajinan, makanan olahan, atau hasil kebun bisa dipasarkan secara nasional.
warung kopi
- VIVA Jogja/ist-rri.co.id
4. Membuka Warung Kopi atau Usaha Kuliner Lokal
Kopi bukan hanya urusan kota. Warung kopi sederhana dengan konsep menarik bisa jadi tongkrongan anak muda desa. Ditambah makanan khas lokal, usaha ini punya potensi besar.
Konten kreator
- VIVA Jogja/ist.fifgroup
5. Menjadi Konten Kreator Desa
Tak sedikit pemuda desa sukses lewat TikTok atau YouTube dengan konten seputar kehidupan pedesaan, tips pertanian, atau budaya lokal. Selain menambah pemasukan, ini juga memperkenalkan desa ke dunia luar.
Pemerintah dan Komunitas Dukung Ekonomi Desa
Program dari pemerintah dan banyaknya pelatihan UMKM turut mendukung warga desa agar mandiri secara ekonomi. Banyak pula koperasi dan komunitas lokal yang siap membantu dari sisi modal maupun pemasaran.
Dana Desa turut pula membantu menggerakkan dan meningkatkan perekonomian warga desa. di Jawa Tengah misalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan keuangan desa sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2025. Dana ini akan dialokasikan untuk 8.593 titik pembangunan di desa-desa.