Dari Era Mentari menuju IM3 Platinum yang buat Senyum Penggunanya
- istimewa
VIVA Jogja - Kaum milenial pasti sempat merasakan saat awal tahun 2000-an, sim card Mentari menjadi salah satu pilihan utama berkomunikasi. Banyak pengguna yang rela antri untuk mendapatkan nomer cantik bahkan dengan harga selangit antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. Membeli nomer bisa pun dilakukan dengan system inden. Handphone hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS, bahkan lantaran harganya masih tidak terjangkau kantong pekerja ‘anyaran’, apalagi mahasiswa ‘biasa’, harga kartu Mentari Perdana tergolong hanya bisa dinikmati kaum berduit.
Di era itu, pulsa menjadi barang yang sangat berharga dan harus dihemat-hemat, sampai-sampai muncul cara ber-telepon ajaib, atau per-detikkan agar tidak mengurangi jumlah pulsa.
Biaya komunikasi, khususnya untuk telepon antar operator, cukup tinggi sehingga masyarakat cenderung lebih banyak menggunakan SMS atau mencari paket nelpon murah.
Paket Hemat
Seiring dengan perkembangan teknologi, ditambah kompetisi antar operator, perubahan besar mulai terjadi. Indosat pun mulai mengenalkan IM3, dan lebih menyasar anak muda dengan penawaran harga lebih kompetitif serta berbagai paket komunikasi yang murah.
Ditopang lagi dengan era 3G dan 4G, pulsa makin terjangkau, pola konsumsi pun makin berubah. Handphone tidak lagi hanya bisa untuk telepon dan SMS, yang kemudian diperkuat dengan munculnya paket-paket data internet. Kebutuhan pulsa tradisional pun mulai bergeser ke paket data internet dan terbukti bahwa saat ini, masyarakat lebih cenderung memanfaatkan aplikasi sosial untuk melakukan panggilan voice, dibanding dengan pulsa konvesional.
Akhirnya, Indosat dengan IM3 Ooredoo-nya menawarkan paket internet dengan harga yang semakin terjangkau. Perubahan ini menunjukkan bagaimana industri telekomunikasi telah menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna. Dari era pulsa mahal hingga kemudahan akses internet, IM3 terus berinovasi agar tetap relevan dalam persaingan layanan seluler di Indonesia
Dunia kemudian berlomba-lomba menciptakan cara untuk mempersempit jarak dan teknologi jaringan otomatis mengubah gaya hidup, cara berkomunikasi hingga system kerja serta cara bersosialisasi.
Jaringan internet memungkinkan siapa saja kerja secara remote. Belanja sekarang tidak perlu repot ke mall, bahkan layanan berbasis aplikasi tumbuh pesat, karena jasa jaringan internet yang lebih cepat.