Easycash Edukasi Generasi Muda Yogyakarta Keuangan Bijak dan Reputasi Kredit

Wildan Kesuma di Kampus Amikom Yogya
Sumber :
  • istimewa

 

img_title Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Perkuat Layanan dan Pemberdayaan Peserta

VIVA Jogja - Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangannya sudah mencapai 80,51%. Berdasar data tersebut, ditemukan adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dengan akses keuangan yang semakin luas.

Dengan berdasar kenyataan tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), platform pinjaman daring terkemuka yang berizin dan diawasi OJK, menunjukkan komitmennya dan berupaya meningkatkan literasi finansial,  dengan hadir di Universitas Amikom Yogyakarta untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang cara mengelola keuangan secara cerdas dan membangun reputasi kredit yang positif.

img_title 17,74 persen Penerima PKH DIY Terindikasi Judi Online

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma saat menyampaikan materi edukasi keuangan ini pada 29 Mei 2025 di Kampus Amikom Yogyakarta memaparkan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Easycash untuk mendukung peningkatan tingkat literasi keuangan nasional yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai kota di Indonesia seperti Medan, Palembang, Bogor, Balikpapan, Manado, dll. Program literasi keuangan ini secara konsisten dilakukan oleh Easycash melalui sesi tatap muka ataupun secara daring dan via konten digital.

Alat Produktif atau Jebakan Konsumtif?

img_title UGM dan OJK DIY Perkuat Literasi Keuangan, Kampus Jadi Basis Edukasi Inklusi Finansial

Wildan memaparkan mengenai hal-hal yang harus diketahui dalam memutuskan untuk berutang, "Pastikan apabila berutang, alasannya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Hindari berutang hanya karena keinginan memenuhi tren dan tekanan sosial/pertemanan. Tujuan berutang harus bermanfaat dan sesuai dengan kemampuan. Utang bisa menjadi alat yang powerful jika dikelola dengan bijak, bukan sekadar pelarian sesaat,” kata Wildan.

Lebih jauh, Wildan menggarisbawahi enam pilar utama yang harus dipahami sebelum berutang. Pertama adalah tujuan yang jelas dan bermanfaat. Dikatakan, prioritaskan utang untuk kebutuhan bermanfaat atau mendesak yang memberikan nilai tambah jangka panjang. Kemudian, kesanggupan bayar cicilan dengan memastikan kemampuan keuangan pribadi.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penerapan bunga dan denda yang masuk akal, karena itu calon customer perlu memahami dengan cermat semua komponen biaya, dan waspadai tawaran bunga yang tidak wajar atau biaya tersembunyi dari Pinjol illegal.

Halaman Selanjutnya
img_title