Merayakan Kemerdekaan Wangimu di Sari Wangi, Jantungnya Parfum Yogya

Tri Sapto Muljono dengan botol kuno Sari Wangi
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

VIVA Jogja -  Sari Wangi Parfum Yogya, bukan sekadar toko, tetapi laboratorium rasa, kenangan, dan kebebasan di mana setiap orang bisa menciptakan parfumnya sendiri, menyusun identitas, karakter dalam bentuk aroma.

img_title Maestro Parfum Gejayan : “Semua Berhak Wangi” dari Jogja untuk Indonesia

Merdeka, juga bisa hadir dalam momen paling personal, tidak dibatasi oleh standar aroma massal. hingga menemukan racikan secara personal.

Sari Wangi pun menjadi tempat di mana warisan budaya dirangkum ke dalam botol kecil berisi esensi lokal atau bahkan penggabungan dengan aroma-aroma yang identik dengan dunia internasional. Artinya, parfum juga bisa menjadi wujud dari ekspresi yang menyajikan sisi psikologis seseorang. Aroma wangi, bisa membangkitkan rasa percaya diri, ketenangan, atau bahkan meluapkan energi.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Kemerdekaan itu bukan sekadar bebas, tetapi juga berani menjadi diri sendiri. Di Sari Wangi Parfum Yogyakarta, setiap tetes parfum adalah bentuk perayaan atas jati diri dan akar budaya. Tempat ini menunjukkan bahwa dalam dunia wewangian, kita semua punya suara. Ia tidak terdengar, tapi terasa.

Sari Wangi Parfum membuka pintu bagi siapa saja yang ingin menciptakan parfum sesuai karakter dan kepribadian masing-masing. Pengunjung tak hanya memilih aroma, tapi ikut meracik sendiri, menentukan komposisi floral, fruity, woody, atau oriental.  Berkreasi, dan mewujudkan asa dalam bentuk aroma, karena setiap tetes parfum adalah afirmasi diri, dan setiap racikan adalah perayaan keunikan manusia, kebebasan mengekspresikan diri, inklusivitas, dan kreativitas tanpa batas.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Jejak Wewangian Sejak 1968

Sari Wangi Parfum adalah saksi hidup perjalanan wewangian lintas generasi. Berdiri sejak tahun 1968 di Jalan Mas Suharto, Danurejan, toko ini sudah jadi rujuka untuk dunia wewangian.

Didirikan oleh Budi Rahardjo, Sari Wangi awalnya fokus pada bahan kimia untuk sabun dan sampo. Saat itu, hanya tersedia lima aroma klasik seperti melati dan kenanga. Kini, bersama generasi kedua Tri Sapto Muljono dan kedua anaknya Jayadi BA dan Kristanto, koleksi aroma berkembang menjadi ribuan varian, bahkan terdata setidaknya 2.000 jenis aroma.

Di  tempat ini dari parfum tubuh, mobil, dan ruangan hingga minyak pusaka untuk keperluan spiritual dan adat juga tersedia.

Halaman Selanjutnya
img_title