Selasa Wage Malioboro, Momen Spesial Jogja Tanpa PKL dan Kendaraan yang Bikin Wisata Makin Syahdu

Jl Malioboro yang jadi ikon wisata Kota Jogja
Sumber :
  • VIVA Jogja/jogjakartatour.com

VIVA Jogja  – Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, kawasan Jalan Malioboro sudah menjadi destinasi wajib saat berkunjung ke Jogja. Namun kini, ada momen spesial yang semakin memperkuat daya tariknya, yakni Selasa Wage Malioboro.

img_title Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Lampaui Target, Optimisme Rampung Tepat Waktu

Event ini bahkan disebut sebagai ikon wisata baru karena menghadirkan pengalaman berbeda yang tidak bisa dinikmati setiap hari. Pada Selasa Wage, kawasan Malioboro dipenuhi wisatawan dan warga Jogja yang ingin merasakan suasana unik.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlebih wisatawan yang sengaja mengatur jadwal liburan agar bisa menikmati momen ini. Selama bertahun-tahun, Malioboro dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Di sepanjang jalan, wisatawan dapat menemukan berbagai pernak-pernik khas Jogja seperti batik, blangkon, sandal, tas, hingga gantungan kunci dengan harga terjangkau dan bisa ditawar. Selain itu, kawasan ini juga terkenal dengan wisata kuliner lesehan yang menggoda selera, terutama saat malam hari.

Tak hanya itu, Malioboro juga menjadi spot foto favorit. Lampu jalan yang estetik, kursi kayu, hingga papan nama Malioboro menjadi latar foto ikonik. Wisatawan juga bisa menjelajah kawasan Kampoeng Ketandan yang masih berada di sekitar Malioboro.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Kawasan Penyangga Jadi Destinasi Wisata Baru

Suasana Malioboro

Photo :
  • VIVA Jogja/jogjakartatour.com

Lalu, apa sebenarnya Selasa Wage Malioboro? Ini adalah hari ketika seluruh pedagang kaki lima tidak berjualan, dan kawasan Malioboro steril dari kendaraan bermotor. Jalan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, pesepeda, serta kendaraan darurat seperti ambulans dan patroli.

Kebijakan ini diterapkan untuk menciptakan ruang publik yang nyaman sekaligus menjaga kebersihan kawasan. Event ini resmi diberlakukan sejak 26 September 2017. Pemilihan hari Selasa Wage memiliki makna filosofis karena bertepatan dengan weton kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Selain itu, dalam filosofi Jawa, Selasa atau “Seloso” dimaknai sebagai waktu senggang, sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan hari tersebut untuk kegiatan positif. Awalnya, Selasa Wage juga dimaksudkan sebagai hari bersih-bersih bagi para pedagang.

Mereka diwajibkan merapikan area berjualan agar Malioboro tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan. Pada momen ini, wisatawan dapat berjalan santai, bersepeda, atau sekadar menikmati suasana kota.

Halaman Selanjutnya
img_title