Canting Mas Puncak Dipowono, Negeri di Atas Awan dengan View Waduk Sermo dan Menoreh
- VIVA Jogja/jogjaprov.go.id
VIVA Jogja - Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal memiliki bentang alam lengkap: perbukitan hijau di utara dan garis pantai eksotis di selatan. Salah satu destinasi yang menggabungkan keindahan lanskap pegunungan dengan spot foto kekinian adalah Canting Mas Puncak Dipowono.
Terletak di Dusun Clapar, Hargowilis, Kokap, destinasi ini berada di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan dapat ditempuh sekitar 1–1,5 jam melalui jalur Jogja–Wates menuju kawasan Waduk Sermo, lalu melanjutkan arah ke Kalibiru hingga menemukan petunjuk menuju Canting Mas.
Canting Mas sempat vakum dan kembali dibuka pada akhir 2019 dengan konsep lebih segar. Kini, berbagai spot foto unik tersedia untuk memanjakan pengunjung yang gemar berburu konten media sosial. Beberapa spot favorit di antaranya spot kaca, spot perahu, spot huruf Y, hingga spot sangkar dengan latar belakang perbukitan.
Pengunjung tidak dikenakan tarif khusus untuk berfoto di setiap spot, cukup memberikan donasi sukarela. Bahkan tersedia jasa foto cetak dengan tarif terjangkau, sekitar Rp4.000 per lembar. Konsep ini membuat wisata tetap ramah di kantong tanpa mengurangi pengalaman visual yang memikat.
Daya tarik utama Canting Mas tentu saja pemandangan alamnya. Dari gardu pandang di puncak, wisatawan dapat menikmati panorama 360 derajat kawasan Pegunungan Menoreh yang bergelombang indah. Di sisi lain, permukaan Waduk Sermo tampak berkilau di antara hijaunya perbukitan, menciptakan komposisi lanskap yang dramatis.
Saat cuaca cerah, momen matahari terbit menjadi salah satu yang paling dinanti. Cahaya keemasan perlahan menyapu perbukitan, menghadirkan suasana syahdu yang sulit dilupakan. Menjelang sore, panorama sunset pun tak kalah memesona dengan siluet perbukitan yang eksotis.
Data tren kunjungan wisata Kulon Progo menunjukkan kawasan perbukitan Kokap dan Kalibiru terus menjadi magnet wisata berbasis alam dan fotografi. Canting Mas termasuk salah satu spot yang turut berkontribusi pada meningkatnya minat wisatawan domestik, terutama generasi muda.
Nama Canting Mas dipercaya berasal dari legenda setempat yang berkaitan dengan pusaka “canting emas”. Cerita rakyat yang berkembang juga menyebut kaitan kawasan ini dengan kisah pewayangan seperti Bandung Bondowoso dan Prabu Boko.