Glamping di Lereng Sumbing, Serunya Healing Bareng Keluarga di Linggarjati Joglo Magelang

Linggarjati Joglo Magelang
Sumber :
  • VIVA Jogja/linggarjati.id

VIVA Jogja - Kabut tipis masih menggantung di lereng pegunungan ketika matahari perlahan muncul dari balik perbukitan. Udara pagi terasa dingin namun segar, ditemani suara burung yang bersahutan dari pepohonan. Di teras sebuah joglo kayu, secangkir teh panas mengepul perlahan—mengawali pagi yang tenang di Linggarjati Joglo, sebuah destinasi glamping yang sedang naik daun di Magelang, Jawa Tengah.

img_title Nggak Perlu ke Eropa! Spot Viral di Lereng Merapi Ini Bikin Wisatawan Rela Berangkat Subuh Demi Foto Tanpa Gangguan

Bagi banyak orang, akhir pekan sering dimaknai sebagai waktu untuk “healing”. Namun di Linggarjati Joglo, pengalaman itu terasa berbeda. Bukan sekadar menyendiri, tempat ini justru menawarkan momen kebersamaan yang hangat bersama sahabat atau keluarga di tengah alam terbuka.

Suasana sejuk dan indah di Linggarjati Joglo

Photo :
  • VIVA Jogja/La Ode SA

img_title Cuma Rp30 Ribu Bisa Mancing Seharian plus Makan Gratis? Yuk ke Griya Dahar Kolam KC!

Terletak di lereng Gunung Sumbing, kawasan glamping ini menghadirkan perpaduan menarik antara kenyamanan modern dan nuansa tradisional Jawa. Bangunan-bangunan joglo berdiri anggun dengan dominasi kayu dan ornamen klasik, menciptakan suasana yang homey sekaligus estetik. Konsep glamping—atau glamorous camping—memang semakin populer di kalangan wisatawan.

Pengalaman berkemah tetap terasa, namun tanpa kerepotan membawa tenda atau perlengkapan camping. Di Linggarjati Joglo, pengunjung cukup datang dan menikmati fasilitas yang sudah tersedia lengkap. Setiap unit glamping dirancang nyaman dengan sentuhan arsitektur tradisional.

img_title Sensasi Naik Kereta di Tengah Kebun Teh Kemuning yang Bikin Lupa Pulang

Di dalamnya terdapat ranjang empuk, kamar mandi dalam dengan air panas, hingga koneksi Wi-Fi. Kapasitasnya pun cukup fleksibel, bisa menampung dua hingga empat orang dalam satu unit. Harga menginap berkisar mulai Rp600.000 per malam, tergantung tipe kamar dan musim kunjungan.

Dengan fasilitas tersebut, pengunjung tetap bisa merasakan kenyamanan layaknya hotel, meski berada di tengah alam. Pagi hari menjadi salah satu momen paling istimewa di tempat ini. Pengunjung bisa menikmati sarapan sambil menyaksikan kabut yang perlahan menyelimuti perbukitan. Pemandangan hijau di sekitar kawasan membuat suasana terasa damai, jauh dari hiruk pikuk kota.

Siang harinya, wisatawan dapat berjalan santai menyusuri desa-desa di sekitar kawasan. Sawah yang terbentang luas, udara bersih, serta keramahan warga lokal menciptakan pengalaman pedesaan yang autentik.

Bagi yang menyukai aktivitas ringan, tersedia pula berbagai pilihan kegiatan seperti trekking kecil di sekitar hutan, bersepeda keliling kampung, hingga mencoba kerajinan bambu. Aktivitas ini sering menjadi cara seru untuk membangun kebersamaan saat datang bersama teman.

Halaman Selanjutnya
img_title