Cuma Rp8 Ribu! Nasi Ayam Ingkung di Alun-Alun Jogja Ini Bikin Rela Antre
- VIVA Jogja/IG kuliner jogya
VIVA Jogja - Suasana malam di kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta terasa semakin hidup dengan aroma ayam bakar yang menggoda. Di tengah keramaian wisatawan dan hiruk pikuk pedagang kaki lima, sebuah lapak sederhana menawarkan sajian yang sulit diabaikan: nasi ayam sambel lalap dengan harga hanya Rp8.000.
Berlokasi tak jauh dari Malioboro, kuliner ini menjadi incaran banyak pengunjung yang ingin menikmati hidangan lezat tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Tempat tersebut adalah Ingkung Bakar Sego Gurih Sekaten, yang dikenal dengan menu khas Jawa yang sederhana namun kaya rasa.
Meski dibanderol dengan harga terjangkau, kualitas rasa yang ditawarkan tidak bisa dianggap remeh. Ayam ingkung yang disajikan memiliki tekstur empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Cita rasa gurih berpadu dengan sentuhan manis khas masakan Jawa terasa dominan, semakin lengkap dengan sambal pedas segar serta lalapan yang menyegarkan.
Keistimewaan lain terletak pada penggunaan “sego gurih” sebagai pendamping. Nasi ini dimasak dengan santan dan rempah pilihan, menghasilkan aroma harum serta rasa legit yang khas. Dibandingkan nasi putih biasa, sego gurih memberikan sensasi rasa yang lebih kaya, membuat setiap suapan terasa semakin nikmat dan memuaskan.
Tak hanya soal rasa, pengalaman makan di tempat ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bisa menikmati hidangan di ruang terbuka khas alun-alun, ditemani semilir angin malam dan suasana kota yang semarak. Lampu-lampu kota dan lalu lalang wisatawan menambah kesan hangat, menjadikan momen makan terasa lebih berkesan.
Harga yang bersahabat menjadi salah satu faktor utama tingginya minat pembeli. Di tengah tren kuliner yang kian mahal, menu seharga Rp8.000 ini menjadi alternatif menarik bagi siapa saja yang ingin makan enak tanpa harus khawatir soal biaya.
Tak jarang, antrean panjang terlihat di depan lapak, menandakan tingginya antusiasme pengunjung. Selain itu, sajian ingkung juga menghadirkan nuansa tradisional yang kental. Hidangan ayam utuh khas Jawa yang biasanya disajikan dalam acara adat kini bisa dinikmati secara lebih santai di ruang publik.