Tempe Benguk Sengek, Jajanan Tradisional Kulon Progo yang Gurihnya Bikin Kangen
- VIVA Jogja/IG jogjataste
VIVA Jogja - Di balik ragam kuliner Yogyakarta yang terkenal manis, ada satu jajanan tradisional dari Kulon Progo yang justru menawarkan rasa berbeda: gurih tanpa sentuhan manis. Namanya Tempe Benguk Sengek, sajian sederhana yang mulai langka namun masih setia dijajakan oleh penjual legendaris sejak puluhan tahun lalu.
Salah satu tempat yang bisa kamu datangi untuk mencicipi kuliner ini adalah Tempe Benguk Sengek Jembatan Ngelo. Berlokasi di kawasan Sentolo Kidul, tepatnya dekat Jembatan Ngelo, lapak ini menjadi tujuan para pencinta kuliner tradisional yang ingin merasakan cita rasa autentik khas pedesaan.
Yang membuat Tempe Benguk Sengek ini istimewa bukan hanya rasanya, tetapi juga proses pembuatannya yang panjang. Untuk menghasilkan satu porsi tempe benguk siap santap, dibutuhkan waktu kurang lebih lima hari. Proses ini dimulai dari pengolahan kacang benguk yang difermentasi, lalu dimasak dengan bumbu khas hingga menghasilkan tekstur dan rasa yang unik.
Berbeda dengan tempe kedelai pada umumnya, tempe benguk memiliki karakter rasa yang lebih kuat dan sedikit “liar” di lidah. Saat diolah menjadi sengek, cita rasa gurihnya semakin menonjol, tanpa tambahan rasa manis yang biasanya identik dengan masakan Jawa. Justru di situlah daya tariknya—rasa asli bahan dan bumbu terasa lebih jujur dan berani.
Biasanya, tempe benguk sengek disajikan bersama ketan hangat yang ditaburi srundeng. Perpaduan ini menciptakan sensasi makan yang sederhana tapi memuaskan. Ketan yang pulen berpadu dengan gurihnya kelapa parut berbumbu, lalu dilengkapi dengan tempe benguk yang kaya rasa—kombinasi yang sulit ditolak, apalagi saat disantap di sore hari.
Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong. Untuk satu porsi tempe benguk, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp5.000. Sementara ketan srundeng dibanderol sekitar Rp3.500 per porsi. Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa menikmati kuliner tradisional yang sarat nilai budaya dan sejarah.
Lapak ini sendiri sudah berjualan sejak tahun 1993. Sang ibu penjual tetap setia mempertahankan cara memasak tradisional yang menjadi kunci kelezatan tempe benguk sengek. Meski zaman terus berubah dan banyak makanan modern bermunculan, jajanan ini tetap punya tempat tersendiri di hati para penikmatnya.