Korosi Pesisir Bikin Kontainer Cepat Rusak, Ini Penjelasan DLH Jepara

Armada sampah di Jepara harus “berdamai” dengan udara laut—korosi jadi lawan utama, tambalan jadi solusi sementara agar layanan tetap jalan.
Sumber :
  • DLH Jepara

JEPARA - Jogja – Sorotan publik terhadap kondisi truk sampah bertambal drum bekas akhirnya dijawab Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara. Institusi ini menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan bentuk kelalaian, melainkan konsekuensi teknis dari karakter wilayah pesisir.

img_title Pemangkasan TKD 2026 Ancam Pembangunan Daerah

Kepala DLH Jepara, Rini Padmini, menyatakan bahwa paparan udara laut dengan kandungan garam tinggi mempercepat korosi pada armada. Akibatnya, kontainer sampah di Jepara memiliki tingkat kerusakan lebih cepat dibandingkan daerah non-pesisir (10/04)

“Ini faktor alam yang tidak bisa dihindari. Armada kami bekerja dalam lingkungan dengan tingkat korosivitas tinggi,” tegasnya.

img_title Bupati Didesak Pilih Dirut PUDAM yang Kompeten, DPRD Ingatkan Risiko Salah Tunjuk

DLH menjelaskan, kerusakan berupa keropos pada kontainer merupakan dampak langsung dari oksidasi logam yang dipicu udara laut. Dalam kondisi tersebut, perbaikan darurat menjadi opsi operasional agar layanan pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa gangguan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Eko Yudy Nofianto, menambahkan bahwa penggunaan drum bekas hanyalah solusi sementara di tengah keterbatasan armada layak pakai. Setiap tahun, pihaknya tetap mengajukan pengadaan kontainer baru, namun realisasi bergantung pada kapasitas anggaran daerah.

img_title Sengkarut Pengelolaan Sampah Kaliombo, Ini Solusi Tim DLH Jepara

“Sambil menunggu pengadaan, kami harus memastikan pelayanan tidak berhenti. Material yang tersedia kami manfaatkan untuk menjaga fungsi armada,” jelasnya.

DLH menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk mitigasi operasional, bukan standar permanen. Perbaikan bertahap dan pembaruan armada akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan persampahan di Jepara.