Jepara Rasa Bali Ogoh Ogoh Akan Ramaikan Jepara, Tradisi Bali Warnai Hari Jadi ke-477

Ogoh-ogoh perdana di Jepara bukan sekadar kirab budaya, tapi juga penegasan bahwa keberagaman bisa berjalan berdampingan dalam satu irama harmoni.
Sumber :
  • Kejari Jepara

Jepara, VIVA Jogja - Untuk pertama kalinya, arak-arakan ogoh-ogoh akan digelar di Kabupaten Jepara dalam rangka Hari Jadi ke-477. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara pada Minggu (12/4), menghadirkan nuansa budaya Bali di Kota Ukir (11/04).

img_title Ritual Rasul di Wiladeg, Gunungkidul: Harmoni Syukur, Budaya, dan Kebersamaan

Sekitar 800 umat Hindu dari wilayah Pati Raya yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang diperkirakan akan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Momentum ini juga menjadi bagian dari perayaan Dharma Santi Nyepi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Jepara.

Tradisi ogoh-ogoh dipandang sebagai simbol ekspresi budaya sekaligus perekat sosial di tengah keberagaman. Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, menyebut pelaksanaan ogoh-ogoh di Jepara menjadi penanda kuatnya harmoni sosial di daerah tersebut.

img_title Tradisi Sedekah Laut Sadeng 2026, Simbol Syukur Nelayan Gunungkidul dan Harmoni Budaya Pesisir

Selain hiburan masyarakat budaya ini juga perlu kita kenal waau secara Fisik (red-ogoh ogoh) sedikit menyeramkan, namun ada Filosopi dalam wujud ogoh ogoh tersebut.

Rangkaian acara akan diawali dengan sarasehan keagamaan, kemudian dilanjutkan arak-arakan ogoh-ogoh setinggi sekitar 2,5 meter yang diiringi penjor dan gamelan yang langsung dideatangkan dari Bali. Rute arak-arakan dirancang mengelilingi kawasan Pendopo Kabupaten Jepara sebelum kembali ke titik awal.

img_title Sedasawarsa Merti Kampung Bangunrejo: Tradisi yang Menyatukan Budaya, Ekonomi, dan Sungai

Sekitar 800 umat Hindu dari wilayah Pati Raya yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang diperkirakan akan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Momentum ini juga menjadi bagian dari perayaan Dharma Santi Nyepi.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Jepara. Tradisi ogoh-ogoh dipandang sebagai simbol ekspresi budaya sekaligus perekat sosial di tengah keberagaman.

Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, menyebut pelaksanaan ogoh-ogoh di Jepara menjadi penanda kuatnya harmoni sosial di daerah tersebut. 

Selain hiburan masyarakat budaya ini juga perlu kita kenal waau secara Fisik (red-ogoh ogoh)sedikit menyeramkan, namun ada Filosopi dalam wujud ogoh ogoh tersebut

Rangkaian acara akan diawali dengan sarasehan keagamaan, kemudian dilanjutkan arak-arakan ogoh-ogoh setinggi sekitar 2,5 meter yang diiringi penjor dan gamelan yang langsung dideatangkan dari Bali. Rute arak-arakan dirancang mengelilingi kawasan Pendopo Kabupaten Jepara sebelum kembali ke titik awal.

 
 
Halaman Selanjutnya
img_title