Rahang Tuna Raksasa Cuma Rp33 Ribu di Jogja? Matuna Bikin Warung Seafood Mahal Auto Minder!

Matuna
Sumber :
  • VIVA Jogja/melipirkulineran

VIVA Jogja Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai surga kuliner dengan harga yang ramah di kantong. Kali ini, sebuah warung sederhana bernama Matuna di kawasan Condongcatur sukses mencuri perhatian pecinta makanan laut. Bagaimana tidak, rahang tuna berukuran jumbo yang biasanya dijual dengan harga mahal, di sini bisa dinikmati hanya dengan Rp33 ribu lengkap dengan nasi dan dua jenis sambal.

img_title Lurah Condongcatur dan Mantan Jaga Baya Jadi Tersangka Penyalahgunaan Tanah Kas Desa

Tempat makan yang berlokasi di Jl. Wahid Hasyim, Condongcatur, Sleman ini menawarkan pengalaman kuliner yang tak biasa. Porsi rahang tuna yang disajikan benar-benar mencengangkan. Ukurannya yang besar membuat banyak pelanggan tak percaya bahwa hidangan tersebut dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan, menu nasi dengan ikan cakalang hanya dihargai sekitar Rp20 ribu, menjadikannya pilihan ideal bagi mahasiswa maupun wisatawan dengan anggaran terbatas.

Keunikan Matuna tidak hanya terletak pada harganya yang “nyeleneh”, tetapi juga pada kualitas bahan baku yang digunakan. Rahang tuna yang disajikan diketahui didatangkan langsung dari Bali, memastikan kesegaran dan cita rasa seafood yang autentik. Fakta ini membuat banyak pelanggan berspekulasi bahwa keuntungan yang diperoleh pemilik usaha kemungkinan sangat tipis, namun justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

img_title Nggak Perlu ke Eropa! Spot Viral di Lereng Merapi Ini Bikin Wisatawan Rela Berangkat Subuh Demi Foto Tanpa Gangguan

Proses pengolahan rahang tuna di Matuna dilakukan dengan penuh perhatian terhadap detail. Sebelum dibakar, rahang tuna terlebih dahulu direndam dalam air jeruk nipis selama berjam-jam untuk menghilangkan aroma amis. Setelah itu, ikan dikukus hingga empuk sehingga teksturnya tetap lembut saat disantap.

Tahap pembakaran menjadi kunci utama kelezatan hidangan ini, di mana bumbu dioleskan berulang kali tanpa pelit, menciptakan rasa yang meresap hingga ke dalam daging. Untuk menambah aroma khas, rahang tuna diolesi minyak kelapa saat proses pembakaran. Teknik ini menghasilkan wangi yang menggugah selera sekaligus memberikan sentuhan rasa tradisional yang autentik.

img_title HeHa Forest, Hutan Kekinian yang Bikin Wisatawan Rela Antre Demi Foto di Atas Awan

Pengunjung juga dapat memilih variasi bumbu, seperti sambal merah yang pedas menggigit atau bumbu hijau racikan khas Matuna yang memberikan sensasi segar. Tak hanya itu, setiap porsi rahang tuna disajikan bersama dua jenis sambal favorit, yakni sambal matah dan sambal dabu-dabu. Kombinasi keduanya menghadirkan perpaduan rasa pedas, segar, dan sedikit asam yang semakin memperkaya pengalaman bersantap.

Halaman Selanjutnya
img_title