HUT RSUD Kartini ke-48: Kolaborasi Akademik dan Sport Tourism Dikunci sebagai Mesin Penggertak Daerah
- Yosef Hidayat
Jogja – Peringatan HUT ke-48 RSUD Kartini diposisikan sebagai langkah strategis yang terukur, tidak sekadar seremoni, tetapi sebagai instrumen penguatan kebijakan publik berbasis kolaborasi, keberlanjutan, dan promosi daerah (19/04).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara RSUD Kartini dan Universitas Diponegoro (Undip) menjadi pijakan konkret dalam pengelolaan limbah medis secara sistematis dan berstandar, sekaligus menjawab tuntutan layanan kesehatan modern yang berorientasi lingkungan.
Pada saat yang sama, Kartini Fun Run di kawasan Undip Jepara, Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan, dirancang sebagai bagian dari pengembangan sport tourism yang berdampak pada pergerakan ekonomi lokal.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, terbagi dalam kategori 3K dan 5K, dengan pelibatan masyarakat umum hingga atlet.
Direktur RSUD Kartini, dr. Tri Iriantiwi, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan integrasi antara pelayanan kesehatan dan keterlibatan publik secara aktif.
Kegiatan tidak hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup sehat.
Dari sisi akademik, Prof. Suharnomo menyampaikan bahwa sinergi dengan RSUD Kartini memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebutuhan daerah, baik dalam aspek pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Partisipasi peserta mancanegara menjadi indikator meningkatnya daya tarik Jepara sebagai ruang interaksi terbuka. Respons positif terhadap keramahan warga dan kuliner lokal memperkuat citra daerah dalam konteks non-formal.
Bupati Jepara menegaskan bahwa penguatan event berbasis masyarakat akan terus dikembangkan dengan target yang terukur. “Ke depan, skala kegiatan ditingkatkan dengan target 5.000 peserta serta perluasan partisipasi lintas daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal,” tegasnya.
Selain kegiatan olahraga, peringatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, memastikan aspek sosial tetap menjadi bagian integral pembangunan.
Diselenggarakan pada bulan April yang beririsan dengan Hari Jadi Jepara ke-477 dan momentum ulang tahun Bupati Jepara ke-44, kegiatan ini juga diwarnai kejutan sederhana berupa perayaan ulang tahun oleh panitia.
Momen tersebut memperkuat suasana kebersamaan tanpa menggeser fokus utama kegiatan.
Secara keseluruhan, rangkaian HUT RSUD Kartini ke-48 menunjukkan konsolidasi terarah antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pariwisata, sekaligus menegaskan posisi Jepara dalam membangun model pembangunan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing regional.