Sebelum BBQ Jadi Tren di Jogja, Holy Smokes Sudah Lebih Dulu “Ngebul” dengan Brisket Asli Amerika
- VIVA Jogja/IG melipirkulineran
VIVA Jogja - Jauh sebelum smoked brisket dan American BBQ ramai berseliweran di media sosial Jogja, ada satu tempat yang sudah lebih dulu memperkenalkan budaya “low and slow” khas Amerika kepada lidah warga kota pelajar.
Namanya Holy Smokes. Buat para pecinta kuliner yang sudah lama tinggal di Jogja, nama ini hampir seperti legenda kecil dalam dunia barbecue lokal. Tempat yang berada di kawasan Bangjo Kentungan itu dikenal sebagai salah satu pionir American BBQ style di Jogja—jauh sebelum istilah smokehouse menjadi tren dan sebelum banyak tempat mulai menjual brisket sebagai menu andalan.
Dan sampai sekarang, kualitasnya masih jadi bahan pembicaraan. Menu paling ikonik di Holy Smokes tentu saja smoked brisket mereka. Daging sapi bagian brisket itu diasap selama berjam-jam dengan teknik khas Amerika Serikat yang menuntut kesabaran ekstrem dan kontrol suhu yang presisi.
Karena di dunia barbecue, brisket bukan sekadar daging bakar biasa. Ini adalah “ujian hidup” bagi pitmaster. Banyak tempat mengklaim menjual brisket, tetapi sebenarnya menggunakan bagian lain seperti short plate atau navel karena lebih mudah diolah.
Holy Smokes justru tetap memakai brisket asli—potongan daging yang terkenal keras dan sulit ditaklukkan jika teknik memasaknya salah. Dan di situlah kelas mereka terlihat. Brisket yang matang dengan benar punya karakter unik: empuk, juicy, mudah ditarik menggunakan tangan atau garpu, tetapi tidak sampai hancur seperti abon.
Ada tekstur yang tetap “melawan” sedikit di mulut, tanda bahwa daging dimasak dengan presisi, bukan direbus asal empuk. Saat dipotong, bagian smoke ring berwarna merah muda tipis di bawah permukaan daging terlihat jelas—semacam “medali kehormatan” dalam dunia barbecue.
Aroma asap kayunya pun terasa dalam, bukan aroma gosong, melainkan smoky yang lembut dan kaya rasa. Yang membuat tempat ini spesial bukan cuma teknik masaknya, tetapi juga pendekatan bumbunya yang dibuat autentik ala US barbecue.
Rempahnya tidak terlalu ramai seperti barbecue lokal kebanyakan. Fokusnya justru ada pada kualitas daging, asap, dan proses memasak yang panjang. Di tengah menjamurnya tren kuliner instan, konsep seperti ini terasa nyaris melawan arus. Karena smoked brisket tidak bisa dibuat buru-buru.