Ayam Goreng Viral Gito Gati Ini Bikin Gebrakan Baru, Perayam Pedasnya Disandingkan dengan Nasi Daun Jeruk

Ayam Rampah 67
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG melipirkulineran

VIVA Jogja - Buat pecinta kuliner pedas di Jogja, nama Ayam Rampah 67 mungkin sudah tidak asing lagi. Tempat makan yang dulu viral karena ayam goreng dengan taburan bawang pedasnya itu memang punya tempat tersendiri di hati para pemburu lauk “biadab nasi”.

img_title Pendatang Baru di Palagan Bikin Heboh: Ayam Rempah dan Empal Mercon Ini Siap Bikin Dompet Tipis, Nasi Ludes!

Lokasinya yang sempat dikenal nyempil di kawasan Gito Gati justru membuat tempat ini cepat menyebar dari mulut ke mulut. Banyak orang rela muter-muter masuk gang hanya demi mencicipi ayam goreng gurih pedas yang aromanya bisa bikin lapar bahkan sebelum duduk. Dan sekarang, mereka kembali bikin gebrakan baru. Kali ini bukan sekadar ayam goreng biasa.

Ayam Rampah 67 menghadirkan menu “perayam” yang disajikan bersama nasi daun jeruk. Kombinasi ini sukses bikin pelanggan penasaran karena terdengar sederhana, tetapi ternyata punya efek nagih yang serius. Begitu sepiring menu datang ke meja, aroma daun jeruk langsung menyeruak kuat.

img_title Ayam Goreng Solo Naik Level! Bacem Manis Legit vs Ungkep Gurih, Mana yang Lebih “Ngena”?

Nasinya wangi, gurih, dan punya sensasi segar khas citrus yang langsung membedakan dari nasi putih biasa. Saat dipadukan dengan perayam berbumbu pedas, rasanya jadi seperti ledakan rempah yang ramai di mulut. Bagian paling berbahaya tentu ada pada sambal dan bumbu rampahnya.

Pedasnya bukan tipe yang cuma menyiksa lidah, tetapi punya rasa dalam yang bikin orang tetap lanjut makan meski keringat mulai turun. Taburan bawang goreng pedas yang dulu jadi ciri khas mereka juga masih jadi “senjata utama” yang bikin tekstur makanan terasa makin ramai.

img_title Ayam Kocak Mendarat di Jogja: Pedasnya Nampol, Harganya Cuma 13 Ribu—Antrean Nggak Pernah Putus!

Yang menarik, tempat ini tidak mencoba tampil terlalu mewah atau dibuat terlalu fancy. Justru nuansa sederhananya terasa cocok dengan karakter makanannya yang berani dan apa adanya. Meja-meja sederhana, aroma gorengan dari dapur, suara ulekan sambal, sampai antrean pelanggan jadi bagian dari pengalaman makan di sini.

Fenomena seperti ini memang sedang kuat di Jogja. Tempat makan sederhana dengan rasa otentik justru lebih cepat viral dibanding restoran mahal yang terlalu sibuk menjual estetika. Dan Ayam Rampah 67 tampaknya memahami satu hal penting: orang Indonesia selalu punya ruang khusus di hati untuk lauk pedas yang cocok disantap ramai-ramai.

Halaman Selanjutnya
img_title