Kopi Tempur, Racikan Lereng Muria yang Mulai Dicari Penikmat Kopi

Kopi Tempur Berjenis Arabica Tumbuh Subur di Desa Tempur
Sumber :
  • Vivajogja

VIVAJogja – ‎JEPARA, Selain dikenal dengan panorama alam dan wisata sejarahnya, Desa Tempur di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara juga memiliki kekayaan lain yang mulai mencuri perhatian, yakni kopi khas lereng Muria atau yang dikenal sebagai Kopi Tempur.

img_title IJD Karimunjawa 2026 Digelontor Rp55 Miliar, Pemkab Jepara Kawal Pembangunan Jalan

‎Di desa pegunungan ini, kopi bukan sekadar hasil perkebunan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hamparan kebun kopi tumbuh subur di lereng Muria dengan udara sejuk dan tanah pegunungan yang subur, menghasilkan cita rasa kopi yang khas dan berbeda 25/05).

‎Salah satu pegiat kopi lokal Desa Tempur, Kasmijan atau yang akrab dipanggil “Kasmi Kopi”, menyebut potensi kopi Tempur sangat besar. Namun menurutnya, para petani dan pelaku UMKM kopi masih membutuhkan dukungan alat produksi hingga pemasaran digital agar produk kopi lokal semakin dikenal luas.

img_title Jelang Pilpet 2026, Bawaslu Jepara dan Kejari Perkuat Sinergi Pencegahan

‎“Harapan kami pemerintah bisa membantu alat untuk petani kopi dan mengenalkan produk kami lebih luas lagi. Kalau kopi Tempur ini potensinya besar,” ujarnya.

‎Saat ini, kopi yang diproduksi masyarakat Tempur berasal dari beberapa kelompok tani dan karang taruna setempat. Dalam satu tahun, total produksi kopi di kawasan tersebut disebut bisa mencapai sekitar 60 ton dalam setahun.

img_title Pilpet Serentak 2026 Digelar di 24 Desa Jepara, Anggaran Rp2,4 Miliar Disiapkan

‎Meski demikian, pemasaran kopi Tempur masih banyak dilakukan secara sederhana. Penjualan mayoritas masih melalui pemesanan langsung via WhatsApp dari pelanggan tetap maupun wisatawan yang pernah datang ke Desa Tempur.

Suasana Desa Tempur yang Asri

Photo :
  • Vivajogja

‎“Kami belum punya akun marketplace untuk jualan lebih luas. Mesin kopi dan alat roasting juga masih terbatas. Kadang sehari roasting, dua hari roasting lagi, tergantung pesanan,” kata Kasmijan.

‎Menurutnya, kualitas Kopi Tempur sebenarnya mampu bersaing karena memiliki karakter rasa khas pegunungan Muria. Bahkan sebagian produk sudah mulai dipasarkan dalam bentuk kemasan siap jual.

‎“Yang penting itu bagaimana kopi Tempur bisa dikenal di mana-mana. Kalau sudah dikenal, harga kopi petani juga bisa ikut bagus,” tambahnya.

‎Kopi Tempur sendiri kini mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata Desa Tempur. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati panorama alam dan situs sejarah seperti Candi Angin dan Candi Bubrah, tetapi juga berburu sensasi menikmati kopi hangat langsung dari lereng Muria.

Halaman Selanjutnya
img_title