PSS Sleman Perkenalkan Jersey dan Skuad Baru, Optimisme Bangkit di Super League 2026/2027
- Dok PSS Sleman
SLEMAN, VIVA Jogja - Semangat kebangkitan PSS Sleman kembali bergema di Stadion Maguwoharjo saat klub kebanggaan masyarakat Sleman meluncurkan jersey dan skuad terbaru untuk musim kompetisi 2026/2027. Acara ini dikemas dalam pertandingan persahabatan melawan Kendal Tornado FC yang berlangsung pada Sabtu malam, sekaligus menjadi momentum penting bagi Super Elja untuk menegaskan kesiapan mereka kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap perjalanan PSS Sleman. Ia menegaskan bahwa kembalinya PSS ke Super League harus menjadi titik balik bagi klub untuk membuktikan kualitasnya. “Saya optimistis PSS Sleman mampu melakukan epic comeback. Kembalinya PSS ke Super League harus menjadi momentum untuk bangkit dan menunjukkan bahwa PSS mampu bersaing dengan tim-tim elite di kompetisi tertinggi Indonesia,” ujarnya.
Dukungan masyarakat Sleman, khususnya Sleman Fans, disebut Harda sebagai kekuatan utama yang akan menopang perjalanan klub. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan positif agar PSS tampil penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan meraih prestasi membanggakan. Data dari Asosiasi Provinsi PSSI DIY menunjukkan bahwa jumlah penonton rata-rata PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada musim 2025/2026 mencapai lebih dari 18 ribu orang per pertandingan, menjadikan klub ini salah satu dengan basis suporter terbesar di Indonesia.
Pertandingan persahabatan melawan Kendal Tornado FC menjadi ajang uji coba komposisi skuad sekaligus kesempatan bagi pelatih untuk menilai kesiapan teknis dan mental pemain. Dalam laga tersebut, PSS Sleman berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol striker anyar asal Brasil, Matheus Fornazari, yang mencetak gol pada injury time. Kehadiran pemain asing ini diharapkan mampu menambah daya gedor lini serang Super Elja yang pada musim sebelumnya hanya mencatat rata-rata 1,2 gol per pertandingan.
Selain pembaruan skuad, manajemen PSS Sleman juga melakukan sejumlah pembenahan internal. Direktur Utama PSS, dalam keterangannya, menyebut bahwa klub kini lebih fokus pada penguatan manajemen profesional, peningkatan fasilitas latihan, serta pengembangan akademi usia muda. Langkah ini sejalan dengan tren klub-klub besar Indonesia yang mulai menekankan pembinaan pemain lokal sebagai investasi jangka panjang.