Srikandi Merdeka Cup 2026 Kebangkitan Sepak Bola Putri, Tujuh Negara Siap Bersaing di Supersoccer Arena Kudus
- Yosef Hidayat
KUDUS, VIVAJogja- Semangat kebangkitan sepak bola putri Indonesia mendapat panggung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak delapan tim dari tujuh negara, dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri internasional ini.
Turnamen internasional sepak bola putri ini, mempertandingkan kelompok usia U-16 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus.
Indonesia menjadi sorotan karena menurunkan dua tim. Yakni Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi dan Timnas Putri U-16 Putri Nusantara.
Selain Indonesia, turnamen ini juga diikuti Hong Kong, China, Malaysia, Arab Saudi, Thailand, Singapura dan Yordania. Para tim ini siap bertanding mulai Jumat (14/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026).
Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menilai kehadiran banyak negara di Kudus menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Tanah Air.
“Ini telah menjadi titik awal kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Kami sangat senang melihat begitu banyak negara yang datang ke Kudus dan menjadi sebuah kebanggaan,” ujar Timo.
Menurut Timo, Indonesia tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah kejuaraan tersebut. Namun juga menjadikan turnamen ini sebagai ruang bagi pemain muda untuk mengumpulkan pengalaman internasional.
“Kami menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya. Semoga di lapangan kami bisa menunjukkan permainan yang terbaik serta fair play kepada semua tim, " ucap Timo di Supersoccer Arena Kudus pada Kamis (13/8/2026).
Menurut Timo, pihaknya mencari pengalaman untuk pemain-pemain agar menjadi atlet yang tangguh, sehingga Timnas putri senior nantinya memiliki kualitas yang mumpuni.
Optimisme serupa disampaikan pemain tim Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa. Ia menyebut persiapan tim telah dilakukan secara serius melalui pemusatan latihan selama dua pekan.
“Persiapan kami sudah matang dengan menjalani pemusatan latihan (TC) selama dua minggu. Insya Allah tim kami memiliki chemistry yang baik. Semoga kami dapat memberikan permainan yang terbaik,” terang Shifana.
Sementara itu, keputusan menurunkan dua tim Indonesia menunjukkan keseriusan membangun fondasi sepak bola putri usia muda.
Pelatih Kepala Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, menyebut timnya datang dengan motivasi tinggi meski waktu persiapan relatif singkat.