UNS Gelar Kejurnas Pencak Silat: Merawat Budaya, Membangun Prestasi
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Kejuaraan Nasional Pencak Silat Sebelas Maret Open I resmi digelar di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Ajang ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-49 UNS sekaligus pemanasan menuju The 8th Sebelas Maret International Pencak Silat PSHT Championship 2026.
Sekretaris Umum IPSI Solo, Ito Indrayana Rangga Wangi, menegaskan bahwa pencak silat lebih dari sekadar olahraga.
“Pencak silat adalah warisan budaya dan identitas bangsa. Lewat kejuaraan ini, kita tak hanya melatih fisik, tetapi juga menjalin silaturahmi dan menghidupkan nilai-nilai luhur,” katanya dalam rilis tertulisnya, Senin (12/5).
Meskipun organisasi IPSI Solo mengalami dinamika internal, Ito memastikan aktivitas pencak silat tetap berjalan rutin. Para atlet pun saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Manahan sebagai persiapan menuju Pra Porprov, sesuai target dari KONI Kota Solo.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Dodi Ariawan, menyambut positif kejuaraan ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNS menuju World Class University.
“Pencak silat adalah kebanggaan bangsa yang layak tampil di panggung internasional, bahkan Olimpiade,” ujarnya.
Senada, Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Solo, Agus Murtopo, menyampaikan apresiasi atas peran Solo sebagai tuan rumah. Ia menyebut ajang ini sebagai cermin kota budaya yang melahirkan atlet berprestasi sekaligus mempererat persaudaraan lintas daerah.
Kejuaraan yang digelar selama empat hari, dari 9 hingga 12 Mei 2025 ini, diikuti oleh ratusan peserta dari 56 kontingen. Mereka datang dari berbagai wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan DKI Jakarta.
Kategori yang dipertandingkan meliputi Tunggal, Ganda, Beregu, dan Tanding untuk jenjang SD hingga mahasiswa.
Ketua UKM PSHT UNS, Nanik Marsela, menyebut event ini bukan hanya ajang lomba. “Ini juga jadi ruang pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Andrianus Agung Barlianto, menambahkan bahwa kejuaraan ini menjadi langkah strategis menuju event pencak silat internasional pada 2026 mendatang.