Saat Simon Tahamata Memilih Pulang kampung

Legenda Sepka Bola Belanda asal Maluku, Simon Tahamata
Sumber :
  • VIVA Jogja/ist

Peran penting ini diharapkan jadi pendorong bagi peningkatan kualitas dan prestasi Timnas ke depan. Sebagai kepala scouting, Tahamata akan bertanggung jawab mengidentifikasi dan merekrut pemain muda yang potensial. Ia akan bekerja sama dengan pelatih dan staf untuk memastikan setiap pemain memenuhi standar yang diharapkan Timnas.

img_title Momen Unik Operasi Zebra Candi 2024, Polres Pemalang Bagikan Jersey Timnas Indonesia untuk Pemotor

Tak hanya itu, Tahamata juga akan membantu merancang program pelatihan berbasis pengalaman panjangnya di akademi Ajax Amsterdam, yang terkenal dalam mencetak bintang-bintang sepak bola dunia. PSSI menaruh harapan besar pada kehadiran Tahamata.

Lewat pendekatan scouting yang lebih sistematis dan pelatihan yang lebih profesional, Timnas diharapkan mampu bersaing secara kompetitif di level internasional.

img_title Nobar Unik Timnas Indonesia ala Pedagang di Colomadu, "Layar Tancap" di Tengah Lapangan Bola

Visi Tahamata dipandang sejalan dengan ambisi Indonesia untuk bersinar lebih terang di pentas dunia. Simon Melkianus Tahamata, pelatih yang memiliki garis keturunan Maluku, lahir di kota Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya dan menyatakan antusiasmenya untuk segera bekerja bersama pelatih Patrick Kluivert serta tim teknis lainnya di Indonesia.

Simon Tahamata pernah menjadi bagian dari tim nasional Belanda pada periode 1979 hingga 1986. Ia menjalani debut internasionalnya bersama Timnas Belanda pada 22 Mei 1979, dalam pertandingan memperingati 75 tahun FIFA yang berlangsung di Bern, Swiss, menghadapi Argentina.

img_title Tahan Imbang Australia, Shin Tae-yong Puji Kerja Keras Pemain

Dalam total 22 penampilannya bersama "De Oranje", Tahamata mencetak dua gol. Sebagai pemain yang menempati posisi sayap, Tahamata mengawali karier sepak bolanya di klub lokal TSV Theole dari tahun 1967 hingga 1971. Setelah itu, ia bergabung dengan akademi muda Ajax Amsterdam dan menimba ilmu di sana hingga tahun 1975.

Tahamata naik ke tim utama Ajax pada musim 1975-1976 dan menjalani debut profesionalnya dalam pertandingan kontra FC Utrecht pada 24 Oktober 1976, yang berakhir dengan kemenangan telak 7-0 untuk Ajax. Selama kariernya di klub tersebut, ia tampil dalam 149 laga, mencetak 17 gol, dan memberikan 33 assist. Masa-masa ini menjadi salah satu puncak kariernya, dengan raihan tiga gelar Eredivisie (1976/77, 1978/79, dan 1979/80), satu gelar KNVB Cup pada musim 1978/79, serta pencapaian semifinal Liga Champions Eropa (saat itu Piala Eropa I) pada musim 1979–1980.

Halaman Selanjutnya
img_title